21 Nelayan yang Dibebaskan India Tiba di Koetaradja

21 nelayan yang tiba di Aceh, disambut dan diberi arahan di Aula Dinas Sosial Provinsi Aceh, Rabu (3/1/2021). (Foto/Rianza)

Sebanyak 21 dari 28 orang nelayan Aceh yang bebas dari penahanan di India, akhirnya tiba di Aceh. Mereka berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten menggunakan pesawat Garuda GA 146.

Setibanya di Bandara Sultan Iskandar Muda, para nelayan disambut langsung oleh rombongan dari Dinas Sosial Aceh. Usai prosesi penyambutan dan pemberian arahan, para nelayan diantar ke rumahnya masing-masing.

Pada kesempatan itu, Plt Dinas Sosial Provinsi Aceh, Devi Riansyah mengatakan, seharusnya yang tiba hari ini sebanyak 28 nelayan. Namun, karena lima di antaranya terindikasi Covid-19 dan dua orang lagi karena alasan keluarga, jadi tidak bisa pulang sekaligus.

“Lima orang yang terindikasi positif Covid-19 tetap dirawat di Wisma Atlet Jakarta. Sedangkan yang dua lagi karena alasan keluarga, tapi dalam beberapa hari ini akan segera dipulangkan juga,” kata Devi, Rabu (3/2/2021).

BACA JUGA: 28 Nelayan Aceh Dipulangkan dari India

Di samping itu, Iskandar Syukri, Staf ahli bidang Perekonomian dan Pembangunan Aceh mengungkapkan, seluruh nelayan itu sudah berada di tahanan selama kurang lebih satu tahun di India. Ia menegaskan bahwa pemerintah saat itu terus mengupayakan pengurusan administrasi, kendati prosesnya rumit.

“Bahkan kami ingin segera membebaskan bapak-bapak yang terdampar ini. Namun hanya saja ada proses administrasi yang sangat rumit, sehingga berlarut-larut sampai satu tahun,” ujar Iskandar.

Ia juga memastikan para nelayan bukan dengan sengaja melanggar batas laut negara, tapi hal itu disebabkan karena faktor alam.

“Bukan sengaja memasuki wilayah negeri orang lain tanpa izin. Tetapi mungkin karena faktor kondisi kapal atau faktor cuaca sehingga membuat mereka berada di luar wilayah teritorial,” katanya.

BACA JUGA: Tiba di Jakarta, 28 Nelayan Aceh Jalani Isolasi

Atas pemulangan 28 nelayan asal Aceh ini, Iskandar mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah RI, Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Indonesia di India, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Basri, salah satu nelayan mengatakan, mereka memang tidak ada unsur kesengajaan menuju ke wilayah laut India.

“Enggak sengaja, kami itu lagi mancing. Kami nelayan ngak sekolah tinggi, mana tau pas sudah lewat batas,” ucap Basri.

Diketahui, sebelumnya ke 28 nelayan asal Aceh ini, ditangkap pada jarak 55 mil laut dari daratan Pulau Nikobar oleh Polisi pengawal pesisir Pantai India, Durgabai Deshmukh pada 3 Maret 2020 lalu.

BACA JUGA: Ini Nama 28 Nelayan yang Bebas Dari Penahanan di India

Total
6
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Menghirup Udara Bebas Berkat Asimilasi

Next Article

Proyek Multiyears di Simeulue Segera Dimulai

Related Posts