231 Tenaga Kesehatan di Aceh Telah Disuntik Vaksin

Nakes di Aceh Termakan Hoaks Hingga Takut Jarum Suntik Saat Divaksin
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif. Foto: readers.ID

Vaksinasi Covid-19 di Aceh telah memasuki tahap kedua. Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama dengan 14 lainnya kembali disuntik setelah 14 hari yang lalu. Pelaksanaan vaksin berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin, Kota Banda Aceh, Jumat (29/1/2021).

Aceh telah menerima 27.880 vaksin Sinovac untuk tahap pertama dari Pemerintah Indonesia. Jumlah dosis itu dikirim dalam dua tahap di awal Januari. Vaksin tahap pertama ini diperuntukkan bagi tenaga kesehatan dan sejumlah pejabat publik baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Kota Banda Aceh dan Aceh Besar ditunjuk sebagai termin 1 atau daerah pertama penyaluran vaksin. Berdasarkan data yang ada, total SDM kesehatan di Kota Banda Aceh 6.334 ditambah 20 orang pejabat publik.

Sementara di Aceh Besar ada 2.521 SDM kesehatan di tambah 10 orang pejabat. Jika dikalkulasikan, total SDM kesehatan dari dua daerah tersebut yakni 8.855 orang.

Lalu, sejauh mana realisasi vaksinasi bagi tenaga kesehatan di dua daerah tersebut / Mengingat saat ini Aceh telah memasuki tahap dua atau dua pekan berlalu sejak awal dimulai.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Hanif mengatakan, hingga Kamis (28/1/2021) total tenga kesehatan yang telah divaksin varu 231 orang.

“Sampai kemarin sore, total tenaga kesehatan yang telah disuntik ada 231 orang,” kata Hanif, dijumpai usai menjalani vaksinasi tahap dua, di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin, pada Jumat (29/1/2021).

Berdasarkan data terakhir diterima Hanif,  tercatat 231 tenaga kesahatan telah divaksinasi dari total 8.855 tenaga kesehatan di Banda Aceh dan Aceh Besar. Sebanyak 213 tenaga kesehatan lainnya terdaftar dalam kondisi komorbid atau orang tidak boleh divaksin karena suatu sebab. Sementara 27 orang lainnya batal  divaksinasi.

Jika dilihat data realisasi vaksinasi dengan total SDM kesehatan di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, tampak jauh perbandingannya. Dari 8.855 orang SDM yang ada, hanya 444 orang (nakes yang telah divaksin ditambah terkendala komorbid). Artinya, masih ada 8.411 SDM di kabupaten dan kota tersebut yang belum divaksin.

Adapun penyebab tingginya angka tenaga kesehatan yang belum divaksin, dijelaskan Hanif, dikarenakan minimnya pemahaman tentang vaksin pada sumber daya manusianya. Ditambah lagi, banyak pula tenaga kesehatan yang masih kurang yakin dengan efektivitas vaksin dalam menangani Covid-19.

“Padahal kita sudah berikan informasinya. Tetapi mungkin mereka kurang open dengan informasi yang ada dan terlalu banyak mendapatkan informasi yang tidak benar sehingga seolah-olah bahwa vaksin ini banyak efek samping yang tidak jelas. Padahal kan tidak ada,” ujar Hanif.

Ia sangat menyayangkan banyaknya tenaga kesehatan yang masih termakan berita hoaks tentang efek samping vaksin.

“Padahal yang benar tidak satupun efek samping sampai saat ini di Indonesia, Aceh apalagi,” imbuhnya.

Di samping itu, adanya kabar bahwa tenga kesehatan menolak untuk divaksin dikatakan Hanif, bukan karena efek dari disuntikan cairan antivirus ke dalam tubuhnya, namun lebih kepada takut dengan jarum suntik.

“Karena suntiknya yang menbuat takut, sehingga mereka menolak. Itu lebih banyak, walau ada juga yang takut dikarenakan informasi hoaks tersebut,” ungkapnya.

Meskipun demikian, kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh mengatakan, belum ada ketentuan maupun aturan khusus mengenai sanksi bagi tenaga kesehatan yang menolak untuk di vaksin. Ia lebih menyarankan agar dilakukan secara persuasif dan pemberian edukasi.

Hanif juga yakin jika tenaga kesehatan di dua daerah tersebut bakal menerima untuk disuntik vaksin. Tentunya, jika telah melihat sendiri efektivitas dari vaksin yang telah disuntik ke beberapa tenaga kesehatan serta pejabat publik Aceh sebelumnya.

Sementara itu, terkait total Vaksin Sinovac yang telah diterima Aceh disebutakan mencapai 47 ribu dosis. Rencananya, mulai Senin (1/2/2021) mendatang, vaksin akan mulai disalurkan ke Termin 2, yakni wikayah pantai utara dan timur Provinsi Aceh.

Total
12
Shares
1 comment

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Simak, Golongan Orang Tidak Dapat Divaksin

Nova Iriansyah Dipantau Selama Sebulan Usai Divaksin

Next Article
Nakes di Aceh Termakan Hoaks Hingga Takut Jarum Suntik Saat Divaksin

Nakes di Aceh dari Termakan Hoaks Hingga Takut Jarum Suntik Saat Divaksin

Related Posts