53,7 Persen Penyintas Covid-19 Merasakan Long Covid

Petugas memperlihatkan vaksin yang masa berlakunya hingga bulan Juli 2021. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) menjelaskan, berdasarkan keterangan dari ahli  Kombespol dan Spesialis Paru, yang juga Kepala Bagian Pembinaan Fungsi RS Bhayangkara R. Said Sukanto, dr Yahya, Sp.P menyebutkan, sekitar 53,7 persen penyintas Covid-19 merasakan gejala Long Covid selama satu bulan, 43,6 persen satu sampai enam bulan, dan sekitar 2,7 persen merasakan Long Covid lebih dari enam bulan.

Penyebab Long Covid itu, menurut Ahli Virologi Universitas Udayana, Prof. Dr. Igusti Ngurah Kade Mahardika Covid-19 dapat menginfeksi semua jaringan tubuh manusia yang dapat mempengaruhi respon imum seseorang. Long Covid juga dipicu oleh kondisi psikologis seseorang pasien.

“Long Covid itu lumrah belaka, bukan sesuatu yang ganjil, dan tak perlu diberi stigma aneh-aneh. Siapa pun bisa mengalaminya,” kata SAG, Jumat (18/6/2021) melalui siaran tertulis.

Ia menjelaskan, hasil penelitian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menemukan setelah empat pekan sejak timbul gejala Covid-19 sampai dinyatakan negatif, masih timbul gejala sisa yang disebut Long Covid tersebut.

“Waktu istirahat untuk pemulihan penyintas Covid-19 yang mengalami gejala Long Covid merupakan otoritas medis, otoritas dokter ahli, pendapat awam sama-sekali tidak relevan dan akal sehat pasti menolaknya,” tutur SAG.

Kemudian SAG mengatakan, gejala Long Covid yang dirasakan oleh para penyintas Covid-19 bisa berbeda, tergantung efek residu infeksi virus corona pada jaringan seseorang dan efek psikologis akibat terisolasi selama dalam proses perawatannya. Yang bisa takar masa pemulihan Long Covid itu hanya para ahli yang memiliki otoritas sesuai bidang keahliannya.

“Pendapat awam tentang masa pemulihan penyintas Covid-19 selayaknya disingkirkan  dan hanya pendapat ahli yang menjadi rujukan bagi siapa pun yang merasakan gejala Long Covid itu,” ujar SAG.

Sebelumnya  Tim Penyelamat Gubernur Aceh melalui siaran pers diterima readers.ID meminta tim medis untuk segera memperpanjang status isolasi mandiri Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, karena masih positif Covid-19 setelah 14 hari melakukan isolasi. Tidak tanggung-tanggung, mereka meminta masa isolasi sampai tiga bulan ke depan.

Humas Tim Penyelemat Gubernur Aceh, Mustaqin menyebutkan kendati Nova Iriansyah sudah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Tetapi demi keselamatan orang nomor satu di Aceh diperlukan langkah kongkret dengan memperpanjang isolasi mandiri hingga tiga bulan ke depan.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah telah lebih dua pekan menjalani isolasi mandiri sejak dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 melalui tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR), pada Senin (31/5/2021) lalu.

Bahkan orang nomor satu di Aceh itu masih berstatus positif berdasarkan hasil tes swab PCR kedua yang dilakukan, pada Senin (14/6/2021) lalu. Hal tersebut membuat masa isolasi mandiri yang dijalani Nova Iriansyah harus diperpanjang sesuai saran dari tim medis.

Atas dasar itulah, Mutaqin meminta tim medis untuk segera memperpanjang status isolasi Nova Iriansyah hingga tiga bulan ke depan. Tentunya permintaan ini mendapat tanggapan beragam di publik, terutama di media sosial.

Baca Juga:

Readers.ID kemudian menghubungi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh Safrizal Rahman meminta penjelasan adanya potensi penyintas Covid-19 harus melakukan isolasi dalam jangka waktu lama.

Safrizal Rahman menyebutkan, terkait kondisi gubernur Aceh yang masih berstatus positif Covid-19 dan masih butuh isolasi mandiri, secara medis menduga jika Nova Iriansyah mengalami prolonged Covid-19 atau dikenal juga dengan sebutan Long Covid.

Safrizal Rahman menjelaskan, Prolonged Covid merupakan gejala Covid yang panjang dialami oleh seorang pasien Covid-19. Biasanya akan berlangsung lama, antara satu atau dua bulan dan bahkan bisa lebih.

“Biasanya ada yang selama satu bulan, dua bulan, bahkan lebih. Begitu saja terus dia sampai diperiksa masih Covid,” kata Ketua IDI Wilayah Aceh, Safrizal Rahman, saat dikonfirmasi readers.ID, pada Jumat (18/6/2021).

Saran Safrizal, bila memang hasil tes PCR hasilnya masih positif Covid-19, maka sebaiknya siapapun diminta untuk tetap melakukan isolasi mandiri, hingga dinyatakan negatif Covid-19.

Kasus Positif Baru di Aceh

Lebih lanjut SAG melaporkan kasus akumulatif Covid-19 di Aceh, per 18 Juni 2021, yang telah mencapai 18.115 orang. Para penyintas yang sudah sembuh dari Covid-19 sebanyak  13.491 orang. Penderita yang sedang dirawat 3.912 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 712 orang.

Data pandemi Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru yang dilaporkan bertambah hari ini, yakni konfirmasi positif sebanyak 145 orang, pasien yang sembuh 67 orang, dan penderita meninggal dunia bertambah dua orang.

Penderita baru Covid-19 yang dilaporkan bertambah meliputi warga Aceh Tengah 38, Banda Aceh 19 orang, warga Aceh Besar dan Pidie sama-sama 14 orang. Kemudian warga Lhokseumawe dan Sabang masing-masing delapan orang. Selanjutnya warga Aceh Selatan tujuh orang, dan Nagan Raya enam orang.

Lebih lanjut warga Aceh Tamiang, Bireuen, dan warga Pidie Jaya, masing-masing lima orang. Sementara warga Gayo Lues empat orang, Aceh Utara tiga orang, warga Bener Meriah, Aceh Barat, dan warga Subulussalam sama-sama satu orang. Enam lagi warga dari luar daerah.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang dilaporkan sembuh bertambah sebanyak 67 orang, yakni warga Pidie sebanyak 32 orang, Lhokseumawe 28 orang, Sabang empat orang, dan tiga orang lagi warga Aceh Tengah.

“Pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah lagi dua orang, sehingga secara akumulatif sudah mencapai 712 orang meninggal di Aceh,” katanya.

Para penderita Covid-19 yang dilaporkan meninggal tersebut, lanjut SAG, masing-masing satu orang warga Langsa dan satu orang warga Aceh Tengah.

Lebih lanjut SAG memaparkan data akumulatif kasus probable, yakni sebanyak 833 orang, meliputi 732 orang selesai isolasi, 21 orang isolasi di rumah sakit, dan 80 orang meninggal dunia. Kasus probable yakni kasus yang gejala klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.540 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.302 orang, sedang isolasi di rumah 186 orang, dan 52 orang sedang diisolasi di rumah sakit.[acl]

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Erick Thohir: Sinergi Ciptakan Peluang di Tengah Pandemi

Next Article

Mobil Tahanan Terbalik, Sopir dan ASN Kejari Nagan Raya Terluka

Related Posts