Akitivis Antikorupsi Desak Kejati Aceh Tangkap Terpidana Korupsi

Seorang mantan geuchik diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Aceh Utara karena diduga melakukan korupsi dana gampong. Foto: Dok, istimewa

Sebagian terpidana korupsi yang putusan telah inkrah belum dieksekusi karena yang bersangkutan menghilang. Kejaksaan Tinggi Aceh didesak untuk memburu mereka dan menjebloskan ke penjara.

Kepala Sekolah Anti Korupsi Aceh (SAKA) Mahmuddin, menuturkan hal tersebut menjadi preseden buruk saat terpidana korupsi yang putusan inkrah telah turun namun mereka masih bebas.

“Kami meminta Kajati Aceh untuk bertindak tegas terhadap DPO koruptor. Mereka sudah cukup lama menghirup udara bebas,” kata Mahmuddin pada readers.ID Jumat (26/2/2021).

Mahmuddin menambahkan, penangkapan terpidana korupsi menjadi cermin komitmen Kajati Aceh dalam penegakan hukum kasus tipikor. Bagi Mahmuddin, sangat aneh ketika ada terpidana korupsi butuh empat tahun baru berhasil ditangkap, apalagi ada terpidana yang ditangkap saat berada di rumahnya.

Mahmuddin mengatakan, tindak pidana korupsi adalah kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime. Pelaku korupsi harusnya dijatuhi hukuman berat, bukan hanya penjara, namun harus dimiskinkan, dan hukuman sosial.

“Korupsi itu mencuri hak orang lain. Di Aceh, korupsi masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan,” tutur Mahmuddin.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Munawal Hadi, mengatakan saat ini masih ada 38 terpidana yang masih menjadi buronan. Sebagian besar pelaku tindak pidana umum, namun ada sebagian pelaku tindak pidana korupsi.

Kejati Aceh telah membentuk Tim Tabur (Tangkap Buronan) yang bertugas memburu para terpidana tersebut. Sejak Januari – Februari 2021 sebanyak 7 orang berhasil ditangkap dan 2 orang menyerahkan diri.

Dua orang terpidana korupsi renovasi radio penyiaran Aceh Selatan, Yusri dan Muammar Khadafi ditangkap pada 16 Februari 2021 dan pada 28 Januari 2021 di rumah mereka masing-masing. Mereka divonis 4 tahun penjara pada 2016. Artinya butuh waktu 4 tahun untuk menangkap kedua terpidana itu.

Munawal mengatakan tidak mudah menangkap para terpidana, sebab mereka sering berpindah-pindah tempat. Namun, Munawal mengatakan pihaknya tetap komitmen untuk menangkap para terpidana tersebut.

Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Bupati Pidie Tunjuk Eks Koruptor Jadi Tim Penasehat

Next Article
MaTA: Pejabat Korup, Sebabkan Aceh Miskin

MaTA Dukung Polda Aceh Usut Pembangunan Wastafel di Sekolah

Related Posts