Anggota DPRA Minta Masyarakat Hentikan Perburuan Gajah

Tim dokter hewan saat melakukan nekropsi bangkai gajah. Foto: BKSDA Aceh

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irpannusir meminta kepada masyarakat Aceh untuk henti dan meninggalkan praktik ilegal perburuan satwa liar dilindungi.

Sebab dampak yang ditimbulkan dari tindakan tersebut nantinya dikatakan anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, juga akan merugikan masyarakat.

“Jadi itulah kadang-kadang masyarakat kita ini mungkin cari rezeki, tapi caranya sudah agak membahayakan. Jadi kita minta kepada warga jika memang menemukan hewan-hewan yang dilindungi itu sebaiknya dilaporkan kepada pihak keamanan atau BKSDA, jangan mengambil jalan pintas. Bayangkan 12 orang tersangka, kasian kita sebetulnya kan,” kata Irpannusir, pada Sabtu (18/9/2021).

Pernyataan itu disampaikannya, saat menanggapi kasus kematian lima individu Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus) liar di Aceh Jaya, pada Januari 2020 lalu.

Hasil dari terungkapnya kasus yang ditangani Kepolisian Resor (Polres) Aceh Jaya itu, 11 warga ditahan karena diduga sebagai pelaku pembunuhan satwa dilindungi tersebut.

Bahkan pengungkapan kasus terakhir yang di Aceh Jaya itu, diutarakan Irpannusir, masyarakat terindikasi melakukan perburuan dengan menggunakan senjata api.

“Yang terjadi di di Aceh Jaya itu, berdasarkan informasi kita dapat memang sudah berlangsung lama. Ada warga-warga yang memang melakukan praktek ilegal terutama kepada gajah sama harimau. Bahkan ada indikasi menggunakan senjata api, jadi kita minta jangan lagi dilakukan itu,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Irpannusir, penggunaan jerat yang dilakukan pemburu untuk menjerat gajah itu sangatlah berbahaya, bahkan bisa saja jerat tersebut terkena kepada manusia.

“Mungkin tersangkanya baru ditentukan beberapa hari. Jadi memang ada indikasi memang sengaja dipasang jeratnya. Bahkan jerat itupun kalau kenak manusia akan mati juga,” tutur Irpannusir.

“Jadi memang inikan kasus yang kedua, yang pertama kan harimau yang di Aceh Selatan. Itu juga kena jerat, yang kedua ini kan gajah,” tambahnya.

Politisi PAN ini mengimbau, kepada agar masyarakat dapat menggunakan cara lain dalam menghalau atau menyelamatkan habitat gajah, tidak dengan memasang jerat atau perangkap yang berbahaya.

“Prinsipnya kita minta masyarakat agar tidak lagi melakukan hal-hal seperti itu, ujung-ujungnya jika aparat atau penegak hukum sudah bertindak yang rugi juga masyarakat,” pungkasnya.[mu]

Total
17
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Vaksinasi Siswa, Kadisdik Aceh: Guru Adalah Harapan Terakhir

Next Article

Foto Feature: Peringatan Hari Perhubungan Nasional

Related Posts