Anggota DPRA Pertanyakan Qanun Sertifikasi Halal

Ilustrasi produk halal. [Dok. Kemenag]

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk M Yunus mempertanyakan realisasi penerapan qanun-qanun Aceh yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurutnya, dari banyak qanun yang telah ditetapkan masih terdapat qanun yang belum berjalan dengan semestinya. Salah satunya seperti qanun sertifikasi halal.

“Cukup banyak qanun-qanun yang telah kita selesaikan tapi tidak kita tetapkan. Termasuk qanun sertifikasi halal,” kata M Yunus dalam paripurna di Gedung DPRA, Senin (7/6/2021).

Terkait sertifikasi logo halal, M Yunus menyebutkan seharusnya sudah bisa diterapkan. Sehingga tidak lagi menggunakan logo halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Padahal, jika diikuti sesuai dengan qanun yang telah ditetapkan, Aceh sudah menggunakan logo halal sendiri.

“Sampai sekarang ini belum jelas. Kita masih menggunakan logo halal MUI. Sedangkan sesuai dengan undang-undang kita, kita sudah membuat logo sendiri,” ujarnya.

Sebab itu, ia menyarankan agar tidak memprogramkan aturan yang tidak masuk akal. “Tolong jangan diprogram yang macam-macam, yang sudah ada belum jalan,” pungkasnya.[]

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Percepat Migrasi, BSI Jemput Bola ke Sejumlah Instansi

Next Article

Setelah Migrasi, OJK: Permasalan Muncul Lagi Soal Padanan BSI

Related Posts