Asa Masyarakat Pulo Aceh, Berharap Ambulans Laut Segera Hadir

Perjuangan seorang ibu warga Desa Seurapong, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, yang dirujuk ke Banda Aceh menggunakan kapal nelayan pasca melahirkan, menyita banyak perhatian. Pemerintah Aceh khususnya Pemerintah Aceh Besar diminta untuk segera menghadirkan ambulans laut bagi masyarakat di sana. 

Kepala Puskesmas Pulo Aceh, Misriadi, mengakui hingga saat ini belum ada kapal khusus (ambulans laut) yang membawa warga atau pasien rujukan ke rumah sakit di Banda Aceh.

Misriadi menceritakan, dalam video viral tersebut adalah Darmayanti warga Desa Seurapong, Kecamatan Pulo Aceh. Pasca melahirkan di bidan Puskesmas ia harus segera dirujuk ke RSUDZA lantaran ari-arinya tidak keluar.

“Kalau ari-arinya tidak lahir, memang harus rujuk, karena di Puskesmas fasilitasnya kurang. Anaknya lahiran di Pulo Aceh dalam kondisi sehat. Saat dirujuk Darmayanti didampingi oleh dua orang bidan,” ujarnya.

Misriadi menjelaskan, Darmayanti dirujuk ke RSUDZA sekitar pukul 14.30 WIB Rabu (10/3) dengan menempuh perjalanan laut sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan boat nelayan. Misriadi berharap dengan beredarnya video tersebut, bisa membuka mata dan perhatian banyak orang tentang kondisi fasilitas kesehatan di Pulo Aceh.

“Selama ini ketika ada pasien-pasien yang harus dirujuk, tetap dibawa dengan boat nelayan,” sebutnya.

Bahkan, kata Misriadi, jika ada warga Pulo Aceh yang meninggal di Banda Aceh maka untuk membawa pulang jenazah keluarga korban harus menyewa boat sekitar Rp3 juta. Hal itu dikarenakan hingga saat ini di Pulo Aceh belum memiliki kapal khusus untuk membawa pasien.

“Dulu sebelum tsunami pernah ada kapal, tetapi kapal itu sama seperti boat nelayan juga. Jadi tidak efektif juga, dan sekarang sudah tidak ada lagi,” tuturnya.

Misriadi sangat berharap ambulans laut segera hadir di Pulo Aceh. Dirinya mengaku sangat prihatin dan sayang masyarakat Pulo Aceh selalu dalam kondisi seperti ini.

“Masyarakat harus mengeluarkan biaya yang besar. Mudah-mudahan dengan adanya ambulans laut nantinya ada subsidi bahan bakar minyak (BBM). Kalau ada operasional, kan tidak payah dibayar lagi oleh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut,  Misriadi mengatakan, dengan adanya ambulans laut kenyamanan dan keselamatan pasien terjamin. Bahkan, kesehatan tenaga medis juga akan terjamin bila sudah ada angkutan khusus.

“Jika menggunakan kapal nelayan seperti di video itu, tidak ada safety. Alat Safety satu pun tidak ada, kemudian standar kesehatan juga tidak sesuai. Karena itu memang boat nelayan, makanya pasien ditutup dengan kain. Karena dalam keadaan darurat, apa boleh buat,” keluhnya.

Mirisnya lagi, kata dia, petugas pernah merujuk pasien tengah malam karena kondisi sangat mendesak dan harus dirujuk segera.

“Pukul 03:00 malam kami rujuk, itu kapal disewa oleh keluarga yang harus mengeluarkan biaya sekitar Rp.1 juta,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengaku, selama pasien dirujuk ke Banda Aceh hingga saat ini belum ada yang meninggal dunia di atas kapal.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Aceh Besar, kata Misriadi, tahun ini sudah ada pengadaan ambulans laut untuk Pulo Aceh, dan itu masih dalam proses.

“Bila dulu masih kita tunggu, kalau tahun ini sedang proses pengadaan. Itu kabar dari Dinkes Aceh Besar minggu lalu yang saya terima,” pungkasnya.

Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Temuan di Balik Dugaan Korupsi Eks Kadishub Sabang: Isi BBM Pakai Voucher Fiktif 

Next Article
Harga Emas Terus, Pembelian Meningkat Hingga 90 Persen

Harga Emas Terus Menurun, Pembelian Meningkat Hingga 90 Persen

Related Posts