Aung San Suu Kyi dan Presiden Myanmar Ditangkap

Aung San Suu Kyi dan Presiden Myanmar Ditangkap
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. (Foto: AP Photo/Peter Dejong)

Presiden Myanmar Win Mynt, Aung San Suu Kyi dan tokoh senior lain dari Partai Liga Demokrasi ditangap dalam penggerebekan pada Senin (2/1/2021) dini hari oleh militer.

Juru bicara Liga Nasional untuk Demokrasi (LND) mengatakan jika penahanan terhadap Suu kyi dilakukan setelah ketegangan antara pemerintah sipil dan militer meningkat dalam beberapa hari terakhir. Hali itu memicu ketakutan terjadinya kudeta setelah militer berulang kali menuding adanya kecurangan dalam pemilihan umum November lalu.

BACA JUGA: Militer Myanmar Kepung Balai Kota Yangon

Juru bicara Myu Nyunt kepada Reuters mengatakan bahwa Suu Kyi, Presiden Win Myint dan para pemimpin lainnya telah ditahan pada dini hari. Nyunt mengatakan jika tidak menutup kemungkinan dirinya juga akan ikut ditahan.

“Saya ingin memberi tahu pendukung kami untuk tidak menanggapi dengan gegabah dan saya ingin mereka bertindak sesuai dengan hukum,” ujar Nyunt.

Sementara itu seorang anggota parlemen NLD, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena takut akan pembalasan, mengatakan salah satu dari mereka yang ditahan adalah Han Thar Myint, anggota komite eksekutif pusat partai.

Ketegangan antara militer dan pemerintah dimulai menjelang pemilihan umum November. Saat itu militer mengeluh tentang Komisi Pemilihan Umum (UEC) yang dianggap memiliki manajemen buruk dalam persiapan pemungutan suara dan meragukan apakah pemilu akan berjalan bebas dan adil.

Setelah NLD, partai Aung San Suu Kyi, menang telak dalam pemilihan umum, militer menyerukan penyelidikan terhadap proses pemungutan suara karena partai oposisi, USDP, menuding ada kecurangan. Namun militer dan USDP mengeluh bahwa seruan mereka itu tidak didengarkan.

Sejak itu militer telah kerap mempublikasikan serangkaian bukti kecurangan pemilu. Hingga kini militer klaim menemukan 8,6 juta penyimpangan daftar pemilih. Namun bukti itu dibantah oleh UEC.

Ketegangan kian meningkat setelah juru bicara angkatan bersenjata Myanmar, Mayor Jenderal Zaw Min Tun, menolak untuk mengesampingkan kemungkinan kudeta militer jika permintaan penyelidikan atas dugaan kecurangan pemilu tidak dipenuhi.[]

Sumber: CNNIndonesia dan Tempo.co

Total
1
Shares
1 comment

Tinggalkan Balasan

Previous Article
sekretaris umum Pengurus Wilayah MES Aceh itu menjelaskan, jika semuanya ada batasan.

BSI Tonggak Baru Ekonomi Syariah di Indonesia

Next Article
Militer Myanmar Kepung Balai Kota Yangon

Militer Myanmar Kepung Balai Kota Yangon

Related Posts