Bamsoet: Politisi yang Membangun Narasi Kebencian, Dia Hanya Ingin Kekuasaan

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo. Foto: Roni/readers.ID

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo,  menyampaikan politisi yang membangun narasi kebencian berbasis SARA, ke depan tidak boleh ada lagi di negeri ini khususnya di Aceh.

“Perbedaan adalah anugerah bagi bangsa kita. Kalau ada politisi yang mencoba membangun narasi kebencian, berarti dia hanya ingin kekuasaan, bukan ingin membangun negeri ini,” kata Bambang Soesatyo saat mengisi Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Kamis (10/6/2021).

Ketua MPR RI itu melanjutkan, tidak ada tempat bagi orang yang suka mempertentangkan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), serta mengadu domba antar warga negara di negeri ini.

“Saya tegaskan, tidak ada tempat bagi orang-orang yang mempertentangkan suku dan agama di negeri ini,” kata Ketua MPR RI yang akrab Bamsoet itu.

Di masa depan, lanjutnya, Indonesia menjadi incaran semua negara terutama potensi pangan dan sumber daya alamnya yang melimpah dan tak dimiliki oleh bangsa lain.

“Bahkan sejak kini, dua negara besar seperti Cina dan Amerika sedang berusaha merebut perhatian Indonesia. Ini kesempatan besar bagi bangsa kita menjadi pemain di kancah dunia terutama dengan memaksimalkan potensi pangan yang kita miliki,” ungkap Bamsoet.

Besarnya potensi Indonesia di masa depan, lanjut Ketua MPR RI itu, jangan sampai dirusak dengan hal-hal yang awalnya sepele seperti SARA yang berujung pada perang saudara karena dalih suku dan agama.

“Kita sudah melihat sendiri bagaimana Iraq, Libya, Yaman dan Suriah. Mereka dulunya seperti kita, hidup nyaman, punya gedung yang besar-besar, sekarang semua hancur karena perang saudara dan radikalisme,” kata Bamsoet.

“Jangan sampai negara kita sama seperti mereka. Untuk itulah, menjadi tugas kita bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan dengan kembali kepada Pancasila,” pungkasnya.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

AJI Banda Aceh Ajak Lansia Tidak Perlu Takut Vaksin Covid-19

Next Article

IJTI Gelar Uji Kompetensi Jurnalis di Banda Aceh

Related Posts