Bayi Gajah Terjebak di Kubungan, Sempat Lumpuh Mulai Bergerak

Bayi Gajah Terjebak di Kubungan, Sempat Lumpuh Mulai Bergerak
Kondisi bayi Gajah Sumatera yang tengah dirawat di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Saree. (readers.ID | Adam Zainal)

Kondisi bayi Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus) yang sempat kritis yang dirawat di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Saree, Kabupaten Aceh Besar, mulai membaik.

“Kondisinya saat ini sedikit lebih baik, namun kondisinya masih belum aman. Tapi sudah ada perubahan lebih baik ketika kondisinya pertama ke sini,” kata Dokter Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, drh Rosa Rika Wahyuni, saat dihubungi, pada Selasa (23/2/2021).

BACA JUGA: 

Dijaga Induknya Saat Tim Evakuasi Anak Gajah Terjebak di Lumpur

Menanti Bayi Gajah Sumatera Kembali Lincah

Sebelumnya diberitakan, seekor bayi Gajah Sumatra terjebak selama beberapa hari dalam kubangan di kawasan Gampong Panton Bunot, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Warga bersama BKSDA Aceh dan beberapa instansi terkait lainnya, baru bisa mengevakuasi, pada Selasa (8/2/2021). Usai dievakuasi, diketahui kondisi bayi gajah kritis.

Kaki kiri mengalami dislokasi, sedangkan dua kaki belakang mengalami kelumpuhan sehingga membuat tak mampu berdiri. Kondisi lainnya diketahui bahwa bayi Gajah Sumatra itu mengalami prolapsus pusar (umbilicus) dan genital, serta bola mata mengalami trauma atau luka.

Usai beberapa hari menjalani perawatan di PKG Saree, diketahui bahwa kelumpuhan kaki yang dialami disebabkan karena bayi gajah terlalu lama berada di kubangan dengan posisi kaki tertimpa oleh tubuhnya.

“Karena posisi kirinya itu bagian yang menekan dan terjebak dalam waktu yang lama sehingga persarafannya terganggu, peredaran darahnya juga terganggu sehingga peredaran darahnya tidak mencapai jaringan di titik tersebut sehingga jadilah kelumpuhan,” jelas drh Rosa.

Saat ini, kaki gajah yang mengalami kelumpuhan berlahan mulai bisa digerakkan. Selama perawatan pihak tim kedokteran hewan yang berada di PKG Saree kerap melakukan upaya fisioterapi, kusuk, dan memberi alat penopang untuk membantunya berdiri.

BACA JUGA: Tanpa Air Susu Induk Bayi Gajah Sulit Bertahan

“Agar dia sendiri mencoba melatih kaki-kakinya, menopang,” kata drh Rosa.

Belum diketahui kapan bayi gajah yang mereka panggil, Nong tersebut bisa sembuh seperti semula. Kebutuhan nutrisi dan kemampuan bertahan hidup dari bayi gajah sendiri, menentukan kesembuhannya.

“Apalagi kita mendapati dia dalam kondisinya sangat buruk. Sehingga belum bisa kita bilang berapa persen untuk kesembuhannya. Kita terus berusaha saja,” ungkapnya.

Guna memenuhi kebutuhan nutrisi, selama di pusat konservasi bayi gajah diberi susu non laktosa dan susu laktosa. Untuk saat ini, pemberian susu tersebut masih terbilang baik karena tidak membuat bayi gajah diare.[acl]

Total
7
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Foto Feature: Wisuda Masa Pandemi

Next Article

Ekspor Produk UMKM Terkendala Biaya Mahal

Related Posts