Bea Cukai Aceh Musnahkan Ayam Ilegal asal Thailand

Pemusnahan ayam ilegal dengan cara disuntik mati hasil sitaan bea cukai. Foto: Muhammad/readers.ID

Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh memusnahkan 89 ekor ayam ilegal asal Thailand di Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh, di Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (9/2/2021). Pemusnahan dilakukan dengan cara disuntik mati dan kemudian dibakar.

“Pemusnahan barang bukti berupa ayam ilegal diduga berasal dari Thailand senilai Rp2 miliar dengan total 89 ekor ayam,” kata Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Safuadi, Selasa (9/2/2021).

Safuadi mengatakan, ayam tersebut merupakan barang bukti hasil penindakan Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Kanwilsus Bea Cukai Kepulauan Riau, dan Bea Cukai Langsa dari sebuah kapal motor tanpa nama yang ditangkap di wilayah perairan Aceh Tamiang pada Sabtu (30/1/2021) lalu.

Pemusnahan ayam ilegal dengan cara disuntik mati hasil sitaan bea cukai. Foto: Muhammad/readers.ID

Hasil dari penangkapan kapal tersebut, ditemukan 76 kotak kayu yang berisi 89 ekor ayam jantan dari Negeri Gajah Putih itu. Selain itu, di dalam kapal juga ditemukan tiga ekor kura-kura.

Harga ayam indukan, dikatakan Safuadi, berkisar Rp40 juta sampai Rp50 juta. Sebab biasanya ayam indukan ini dijadikan petarung atau dibudidayakan. Sedangkan kura-kura harganya bisa mencapai ratusan juta.

Dalam penindakan itu tidak hanya menyita puluhan ekor hewan ternak ilegal, namun pihak bea cukai juga menangkap tiga tersangka yang berperan sebagai penyelundup unggas tersebut.

Kura-kura hasil sitaan bea cukai. Foto: Muhammad/readers.ID

“Salah satu tersangka merupakan residivis pidana penyelundupan impor tahun 2019. Ketiga tersangka tersebut telah ditahan oleh penyidik bea cukai,” ujar Safuadi.

“Residivis ini pernah melakukan penyelundupan 400 ekor ayam serta importasi bawang ilegal di tahun 2019,” tambahnya.

Pihak bea cukai masih melakukan pendalaman dan penyelidikan kasus ini. Belum diketahui apakah residivis tersebut pernah terlibat sebagai bandar atau hanya penyelundup saja.

Pemusnahan ayam ilegal dilakukan dengan cara disuntik mati dan dibakar di ruang bakar instalasi milik Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh. Tujuan pemusnahan dengan cara dibakar adalah untuk menghindari bahaya pandemik flu burung serta tidak terjangkit Virus Avian Influenza yang dibawa dan ditularkan oleh spesies tersebut.

Dari 89 ekor ayam, dua di antaranya mati mendadak ketika berada di karantina. Setelah dilakukan uji laboratorium, pada Rabu (3/2/2021), dua ayam tersebut mati terserang Virus Avian Influenza.

Sementara itu, tiga ekor kura-kura yang ikut disita rencananya akan diserahkan ke instansi terkait untuk dijadikan bahan edukasi.

Total
2
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

DPRK Bireuen Sepakat Pilkada Aceh Digelar 2022

Next Article
Pengusaha: Bank Syariah Tidak Sekedar Nama

Pengusaha: Bank Syariah Tidak Hanya Sekedar Nama

Related Posts