Begini Cara Mendapatkan Surat Tanah Elektronik

Sertifikat Tanah Elektronik (Foto: Instagram Kementerian ATR/BPN)

Sertifikat tanah tidak berbentuk kertas lagi, tetapi akan berbentuk surat elektronik. Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang sertifikat elektronik. 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian ATR/BPN Yulia Jaya Nirmawati, mengatakan, setelah payung hukumnya terbit Kementerian ATR/BPN kini tengah menyiapkan langkah-langkah pelaksanaan pendaftaran tanah secara elektronik tersebut.

“Dengan peraturan ini maka pelaksanaan pendaftaran tanah yang sebelumnya dilakukan secara konvensional, dapat dilakukan secara elektronik, baik itu pendaftaran tanah pertama kali, maupun pemeliharaan data,” ujarnya dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.

Foto: Dok. ATR/BPN

Digitalisasi surat tanah ini bertujuan untuk memudahkan pelayanan, mencegah pemalsuan, dan pengecekan yang lebih mudah. Dia mencontohkan dalam praktik jual-beli, seorang pembeli nantinya tidak harus mengecek langsung ke lokasi.

Hasil pelaksanaan pendaftaran tanah secara elektronik ini nantinya berupa data, informasi elektronik dan atau dokumen elektronik, yang merupakan data pemegang hak, data fisik dan data yuridis bidang tanah yang valid dan terjaga autentikasinya. Produk dari pelayanan elektronik ini seluruhnya akan disimpan pada Pangkalan Data Sistem Elektronik.

Ada beberapa jalur bagi masyarakat yang ingin mendapatkan sertifikat elektronik. Pertama, cara melakukan permohonan bagi tanah belum bersertifkat. Kemudian kedua, dengan mendaftarkan hak tanggungan ke bank bagi yang ingin masang hak tagungan untuk pinjaman uang ke bank. 

Nantinya,  sertifikat yang akan dikeluarkan akan berbentuk elektronik. Lalu yang ketiga adalah dengan mendatangi kantor pertanahan untuk melakukan verifikasi data. Maka sertifkat fisik akan ditukar dengan yang elektronik oleh kator pertanahan.

Masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan pendaftaran tanah elektronik ini. Penyelenggaraan pendaftaran tanah dengan sistem elektronik ini dilaksanakan secara andal, aman, dan bertanggung jawab.

Kementerian akan menyiapkan dengan matang. Pengamat IT Heru Sutadi mengatakan, BPN harus mau mengembangkan teknologi blockchain. Jadi sertifikat didukung data elektronik dan tidak bisa diubah sembarangan.

Berikut ciri-ciri fisik utama sertfikat tanah elektornik:

  • Terdapat logo Kementrian ATR/BPN di pojok kiri atas
  • Terdapat lambang negara Burung Garusa di bagian tengah atas
  • Sertifikat memuat data elektronik seperti Nomor Identifikasi Bidang (NIB), kode unik/hashcode atas dokumen elektronik yang diterbitkan, QRCode untuk mengakses informasi sertifikat tanah elektronik tersebut, gambar bidang tanah beserta keterangan surat ukur dan QR Code untuk menakses data surat ukur elektronik.
  • Bukti pengesahan sertifikat tanah elektronik tersebut, yakni berupa tanda tangan elektronik dari pejabat Kementerian ATR/BPN yang dilengkapi cap kantor pertanahan setempat.

sumber: okezone.com

Total
8
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

CERPEN: Perkara Dana Hibah (2)

Next Article

Aceh Target Masuk Lima Besar PON 2024

Related Posts