Bermain Vaksin Ala ASN Dinkes dan Rutan di Sumut

Sejumlah barang bukti yang diamankan pihak kepolisian terkait kasus jual-beli vaksin secara ilegal di Sumatera Utara. [readers.ID/Muhammad]

Korupsi dan suap seolah telah melekat di banyak sektor, tak terkecuali di ranah penanggulangan pandemi COVID-19. Di masa sulit seperti ini saja, masih saja ada oknum nakal yang mencari kesempatan dari penderita.

Kasus dugaan jual beli vaksin Covid-19 secara ilegal yang diungkap Direktorat Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Kepolisian Daerah Sumatra Utara adalah gambaran nyata dari bobroknya mentalitas sebagian aparatur pemerintahan.

Parahnya lagi, empat pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, tiga di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN) instansi tingkat provinsi di Sumut.

Di antaranya, dua ASN Dinas Kesehatan Provinsi Sumut berinisial SH dan KS, seorang ASN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Sumut berinisial IW. Sementara satu orang lainnya adalah berinisial SW, seorang agen properti di Sumut.

Penetapan status tersangka yang disampaikan langsung oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra, pada Jumat (22/5/2021), di Mapolda Sumut. Status itu diputuskan usai penyelidikan sementara.

“Kita sudah menetapkan empat orang tersangka,” kata Panca.

Dalam kasus ini, jelas Panca, keempatnya dianggap melakukan tindak pidana korupsi dengan cara menerima suap pada pelaksanaan distribusi dan pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

“Dengan cara menerima imbalan uang,” ungkapnya.

Padahal, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Rabu (16/12/2020) silam pernah mengumumkan bahwa pemerintah berkomitmen menyediakan vaksin Covid-19 secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Namun, terkuaknya kasus korupsi ini berbanding terbalik dengan pernyataan yang disampaikan presiden. Banyak kalangan memandang ini dampak rendahnya mentalitas sebagian masyarakat sehingga mudah tergiur dengan pundi-pundi rupiah.

Kongkalikong Vaksin untuk Pegawai Pelayanan Publik

Praktik suap ini dikatakan Panca, terungkap setelah pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat tentang adanya dugaan jual beli vaksin yang melibatkan ASN.

Polisi lalu menyelidiki kebenaran dari informasi yang diterima. Hasilnya, pada Selasa (18/5/2021) lalu, petugas mendapati adanya aktivitas vaksinasi di salah satu tempat di Perumahan Jati Residence, Medan.

Vaksinasi yang dijalankan oleh CHS dan EN, dua tenaga kesehatan yang jadi vaksinator dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, di Tanjung Gusta, Medan, diikuti 50 warga.

Setelah dilakukan pemeriksaan, belakang diketahui bahwa kegiatan itu tidak sesuai peruntukannya. Vaksinasi hanya dilakukan kepada beberapa warga dari perumahan yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Medan Perjuangan tersebut.

Para tersangka jual-beli vaksin secara ilegal di Sumatera Utara. [Dok. Ist]
Tidak hanya itu, warga yang terlibat sebagai peserta vaksinasi ternyata juga harus membayar uang sebesar Rp250 ribu per orang agar cairan Vaksin Sinovac bisa disuntikkan ke dalam tubuh mereka.

Penyelidikan pun dilakukan lebih mendalam hingga diketahui bahwa ada empat oknum –untuk saat ini– yang diduga sebagai dalang dari aktivitas terlarang tersebut. Mereka adalah IW, KS, SW, dan SH.

Asal usul vaksin yang digunakan dalam kegiatan vaksinasi ilegal itu pun diketahui usai keempat tersangka ditangkap Dit Reskrimum Polda Sumut. Vaksin itu ternyata seharusnya diperuntukkan kepada para pegawai pelayanan publik dan warga binaan di Rutan Kelas I Medan.

“Di mana vaksin yang diberikan seharusnya diberikan kepada pelayan publik di rutan di Tanjung Gusta dan para warga binaan yang ada di sana. Tetapi itu tidak disalurkan ke sana, namun diberikan kepada masyarakat yang membayar,” ujar Panca.

Seperti diketahui, vaksinasi Covid-19 awal pada Januari hingga April 2021, diprioritas kepada para tenaga kesehatan, anggota TNI/Polri, dan aparatur pemerintah yang terdepan menangani pandemi corona.

Total
2
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Kasus Positif Covid-19 di Aceh Bertambah 104 Orang

Next Article

Pep Guardiola: Sergio Aguero Selangkah Lagi Gabung Barcelona

Related Posts