BMKG Catat 58 Gempa Landa Aceh dalam Tiga Pekan

BMKG Catat 58 Gempa Landa Aceh dalam Tiga Pekan
Ilustrasi. Foto Tribunnews

Banda Aceh, readers.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Klas III Aceh Besar di Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar mencatat ada 58 kejadian gempa yang terjadi di Aceh sampai 21 Januari 2021.

“Sampai 21 Januari atau pekan ketiga jumlah gempa yg terjadi berdasarkan catatan dan analisa berjumlah 58 di antaranya ada 3 kejadian gempa yang signifikan atau dirasakan,” kata Kepala Stasiun Geofisika Klas III Aceh Besar, Djati Cipto Kuncoro, saat dikonfirmasi, pada Selasa (26/1/2021).

Tiga gempa yang dirasakan dalam tiga pekan terakhir, dikatakan Djati, yaitu di Sabang pada pekan pertama, kawasan Jantho, Aceh Besar di pekan kedua, dan Sinabang, Simeulue di pekan ketiga.

Secara rinci, gempa pada pekan pertama (1-7 Januari) terjadi 21 kali termasuk 1 kali yang dirasakan di Kota Sabang. Gempa yang dirasakan itu dikatakan Djati, berada di barat laut Kota Sabang dengan kekuatan Magnitude 5 dan dirasakan II sampai III MMI (Modified Mercalli Intensity) di Kota Sabang.

“Gempa bumi Sabang tersebut diduga berasal dari aktivitas Patahan Andaman,” ujarnya.

Memasuki pekan kedua (8-14 Januari), Stasiun Geofisika Klas III Aceh Besar di Mata Ie mencatat ada 27 kali gempa termasuk 1 kali yang dirasakan di Jantho pada 9 Januari 2021. Gempa terjadi akibat adanya aktivitas subduksi dan dirasakan I sampai II MMI.

Di pekan ketiga (15-21 Januari), gempa terjadi 10 kali di antaranya satu dirasakan di Sinabang, Simeulue. Dua gempa terjadi di Segmen Patahan Aceh, dua gempa akibat aktivitas zona subduksi, satu gempa dikarenakan aktivitas Segmen Seulimeum, tiga kejadia gempa akibat Patahan Batee, dan dua gempa di wilayah Pidie Jaya.

Sementara itu, untuk tahun 2020, BMKG melalui Stasiun Geofisika Klas III Aceh Besar di Mata Ie, mencatat ada 977 kali kejadian gempa bumi yang terjadi di Provinsi Aceh. Sedikitnya, ada 36 kali kejadian gempa yang dinilai dirasakan dengan 19 kali kejadian gempa yang dianggap dapat merusak.

Kekuatan gempa yang dianggap dapat merusak yakni kurang dari Magnitude 5 sampai 6. Adapun terjadi pada Maret 1 kali, April 3 kali, Juni 3 kali, Juli 1 kali, Agustus 1 kali, September 4 kali, Oktober 3 kali, dan November 3 kali.[acl]

Total
16
Shares
1 comment

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Jejak Islam di Gampong Pande

Jejak Gampong Pande Kawasan Khusus Masa Kesultanan Aceh

Next Article
Walhi Menolak PLTA Samarkilang

Lingkungan Terancam, Walhi Tolak Pembangunan PLTA Samarkilang

Related Posts