Butuh 4 Tahun Kejati Aceh Bekuk Terpidana Korupsi

Butuh 4 Tahun Kejati Aceh Bekuk Terpidana Korupsi
Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh butuh empat tahun membekuk seorang terpidana Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) studio penyiaran Kabupaten Aceh Selatan tahun anggaran 2008. Rianza Alfandi | readers.ID

Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh butuh empat tahun membekuk seorang terpidana Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) studio penyiaran Kabupaten Aceh Selatan tahun anggaran 2008.

Pelarian terpidana bernama Yusri (41) berakhir saat Tabur Kejati Aceh bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan berhasil mendeteksi keberadaannya diĀ  Gampong Alue Deah Tengoh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Dia dibekuk sedang berada di rumah, Selasa (16/2/2021) pada pukul 13.00 WIB

Kepala Kejati Aceh, Muhammad Yusuf, mengatakan, Yusri sudah menjadi buronan sejak tahun 2016 atas kasus korupsi yang merugikan uang negara sebesar Rp 619 juta lebih.

“Yusri berhasil ditangkap di rumahnya, di Desa Alue Deah Tengoh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh pada pukul 13.00 WIB,” kata Yusuf, dalam konferensi pers di Kejati Aceh, Selasa (16/2/2021).

Yusuf mengatakan, keberadaan tersangka berhasil terdeteksi setelah tim Tabur melakukan pemantauan dan pengintaian selama kurang lebih dua minggu di wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Selatan.

“Diketahui, Yusri sering berpindah-pindah tempat, yang menyebabkan tim sulit melakukan pencarian,” ujar Yusuf.

Sebelumnya, kata Yusuf, tim Tabur Kejati juga sudah mengamankan Muammar Kadafi, yang merupakan rekanan Yusri dalam melakukan korupsi studio penyiaran tersebut.

“Yusri berperan sebagai konsultan pengawas dalam kasus ini,” kata Yusuf.

Atas kasus tersebut, Yusri terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung, yang telah berkekuatan hukum tetap Nomor: 737 K/Pid.Sus/2015 tanggal 29 Maret 2016.

“Terpidana dihukum pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda sebesar 200 juta rupiah subsider 3 bulan kurungan. Selanjutnya, Tim Tabur Kejaksaan langsung membawa terpidana ke Lembaga Permasyarakatan Lambaro, Kabupaten Aceh Besar,” jelas Yusuf.

Yusuf mengungkapkan selama ini tim Tabur Kejati Aceh sudah berhasil mengamankan 8 orang buronan. Di mana 2 orang menyerahkan diri di Banda Aceh dan Simeulu, 6 orang ditangkap.

“Yang masih belum ditangkap masih ada 39 orang lagi, jadi kami sangat berharap bantuannya dari semua pihak, kami kami ini juga sangat terbatas,” pungkas Yusuf.[acl]

Total
7
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Pemerintah Tidak Berniat Revisi UU Pemilu & Pilkad

Pemerintah Pusat Tidak Berniat Revisi UU Pemilu dan Pilkada

Next Article
BBNTGL Resmi Berkantor di Aceh

Ini Fokus Pemerintah untuk Kelestarian Hutan Leuser

Related Posts