Dapat Asimilasi, 16 Napi di Rutan Kelas II B Banda Aceh Dibebaskan

Penyerahan SK asimilasi kepada sejumlah warga binaan di lapas Kelas II B Banda Aceh, Rabu (3/2/2021). Foto: Rianza

Sebanyak 16 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Banda Aceh dibebaskan setelah mendapat asimilasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan virus Covid-19, Rabu (3/2/2021).

Kepala lapas Kelas II B Banda Aceh, Irhamuddin mengatakan, pembebasan tahanan tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.

“Di mana pada tahun 2020 kemarin sudah kita lakukan asimiliasi Covid-19 tahap pertama. Untuk tahap kedua di tahun 2021 ini, tahanan yang dibebaskan adalah bagi narapidana dengan batas maksimal itu bulan 6, tanggal 31 Juni sudah mencapai setengah masa pidananya. Kalau sudah sampai maka akan segara diproses,” kata Irhamuddin.

Irhamuddin menyebutkan, mengingat hasil evaluasi di tahun 2020 berdasarkan peraturan menteri yang berlaku, saat ini ada ketentuan-ketentuan dan aturan yang diperketat.

Program asimilasi kali ini dilakukan melalui beberapa tahapan, dengan menjaring para narapidana yang memang tidak berpotensi mengulangi lagi perbuatan mencemaskan masyarakat.

“Kalau kemarin kita langsung melakukan perhitungan, tapi tahun ini benar-benar kita seleksi betul. Karena, pada tahun 2020 dari 236 narapidana yang dibebaskan, ada yang kembali ke rutan 2 atau 3 orangnya,” sebutnya.

Kepada para narapidana yang mendapatkan asimilasi diminta agar tetap di rumah. Kata Irhamuddin, mereka juga diminta harus melapor ke petugas setiap melakukan kegiatan di luar. Selama menjalani asimilasi mereka diawasi oleh kejaksaan dan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitas, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara, dan Keamanan Kemenkumham Aceh, Jefri Purnama, mengatakan tujuan dilakukannya asimilasi ini ialah untuk mencegah overload kapasitas lapas.

“Akibat belum ada kabar baik yang kita dengar dari Covid-19, maka asimilasi dilakukan agar lapas dapat menerapkan protokol kesehatan dengan seharusnya,” ujarnya. (URI)

Total
4
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
KLHK Diminta Kembalikan BBTNGL ke Aceh

KLHK Diminta Kembalikan BBTNGL ke Aceh

Next Article

PDAM Tirta Daroy: Krisis Air di Banda Aceh Disebabkan Galian C

Related Posts