Dari 143 Motor Diamankan Polisi karena Balap Liar Terdapat Motor Curian

Dari 143 Motor Diamankan Polisi karena Balap Liar Terdapat Motor Curian
Ilustrasi. Foto by radar bogor

Personel gabungan Polresta Banda Aceh bersama Polsek wilayah Ulee Lheu berhasil menjaring sekitar 143 motor yang terlibat dalam aksi balap liar di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh pada Minggu (21/2/2021) kemarin.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengatakan upaya penertiban tersebut berawal dari adanya aduan masyarakat kepada pihak kepolisian. Bahwa di kawasan Ulee Lheue sering diadakannya aksi balap liar oleh sekelompok remaja.

“Upaya ini adalah berawal atas adanya aduan dari masyarakat, bahwa ada kelompok yang sudah membuat resah, khususnya di Pelabuhan Ulee Lheu dengan adanya kehadiran anak-anak remaja membawa kendaraan, kemudian main balap liar di wilayah Ulee Lheu,” kata Joko, Senin (22/2/2021).

Joko mengungkapkan, para pembalap liar yang diamankan tersebut kebanyakan masih anak di bawah umur. Selain itu, motor yang berhasil diamankan juga hampir seluruhnya tidak memenuhi standar keselamatan berkendara.

“Ini tentunya sangat berbahaya bagi pengendara atau istilah di sini adalah joki yang masih berupa anak-anak di bawah umur. Kemudian juga banyak sekali kendaraan yang tidak menggunakan knalpot standar dan kelengkapan-kelengkapan lainnya, baik STNK maupun SIM,” ujar Joko.

Dari 143 motor yang terjaring aksi balap liar,  Joko menduga terdapat motor yang terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sehingga, jika ada masyarakat yang merasa kehilangan motor, pihaknya meminta untuk segera memeriksanya.

“Ini bagi saya juga sangat unik sekali. Selain itu kami akan menjaring manakala dari banyak kendaraan ini adalah ada terlibat dalam hasil-hasil curanmor. Kita lihat laporan polisi yang ada di Polresta Banda Aceh, jadi apabila ada masyarakat merasa kehilangan kendaraannya,” katanya.

“Ini kita bersyukur dengan ada temuan 143 ini kita akan pilah-pilah, manakala ada kendaraan yang terlibat dalam kasus curanmor,” tambah Joko.

Joko berharap, atas kejadian tersebut dapat menjadi acuan bagi orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap anak, khususnya pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan di malam hari.

“Ini tentunya harus ada pengawasan dari orang tua. Kami di sini hanya menertibkan dan memberikan bantuan kepada orang tua yang di luar batas pengontrolan, khususnya kegiatan-kegiatan malam yang dilakukan oleh anak-anak kita,” sebut Joko.

Sebab itu, Joko mengatakan pihaknya akan terus melakukan penertiban-penertiban lebih lanjut. Kemudian bagi yang sudah tertangkap akan dipanggil orang tuanya untuk membuat pernyataan agar tidak mengulang lagi kegiatan yang sama.

“Semoga ini menjadi acuan kepada orang tua dalam melakukan pengawasan agar tidak lagi ada anak-anak di atas jam 12 malam masih berada di luar rumah,” sebutnya.[acl]

Total
7
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Aminullah Usman Terpilih Sebagai Ketua DPD PAN Kota Banda Aceh

Next Article

20 Calon Sineas Muda Bakal Ikuti Training ADJ 2021

Related Posts