Demo di BPN Aceh, Massa Pertanyakan Status PT Laot Bangko di Subulussalam

Massa menggelar demo di BPN Aceh, Kamis (18/2/2021) menuntut transparansi soal izin PT Laot Bangko yang beroperasi di Subulussalam. readers.ID | Muhammad

Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sada Kata (AMM Saka) menggelar demonstrasi di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh, pada Kamis (18/2/2021).

Mereka meminta pemerintah mencabut izin PT Laot Bangko yang beroperasi di Kota Subulussalam. Tuntutan itu disampaikan, mengingat perusahaan tersebut telah habis masa perizinan dalam menggunakan lahan Hak Guna Usaha (HGU) pada akhir 2019 silam.

“Kita ketahui bahwa PT Laot Bangko telah habis masa izinnya pada 30 Desember 2019, sekarang sudah 2021, artinya sudah satu tahun PT Laot Bangko telah habis izin Hak Guna Usaha (HGU),” kata Koordinator Aksi, Irsadi dalam orasinya.

Mereka juga mempertanyakan kenapa perusahaan tersebut masih beroperasi. Para demonstran menduga ada pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah Kota Subulussalam maupun Pemerintah Aceh.

“Kenapa dibiarkan PT Laot Bangko masih beroperasi?” tanyanya dalam orasi.

“Sudah berapa kali kami melakukan audiensi ke Pemerintah Subulussalam, namun tidak ada tindakan tegas,” imbuhnya lagi.

Mereka meminta bertemu perwakilan dari BPN Aceh untuk beraudiensi dan menyampaikan aspirasi mereka. “Kami ingin mendengar penjelasan dari pemerintah. Kami mau ada transparansi,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, para demonstran juga menyampaikan aspirasi mereka dengan membentangkan spanduk maupun karton. Di antaranya bertuliskan ‘Lockdown-kan PT Laot Bangko‘, ‘PT Laot Bangko Jangan Serobot Lahan Masyarakat‘, ‘Pemerintah Untuk Rakyat atau Untuk Perusahaan?‘, dan ‘Ternyata Bukan Wali Kota Saja Bisa PHP, PT Laot Bangko Juga Bisa‘.

Selain itu, ada juga kalimat ‘STOP! Aktivitas PT Laot Bangko Sebelum Izin Keluar‘, serta ‘Bapak Kepala BPN Aceh Tolong Tuntaskan Segala Persoalan Lahan di Kota Subulussalam‘.

Total
8
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Legislatif Diminta Tidak Buang Badan Soal Kemiskinan di Aceh

Next Article
Dendam dan Hutang Diduga Motif Pelaku Bunuh Ibu dan Anak

Dua Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak Ternyata Kerap Meresahkan

Related Posts