Demo di DPRA, APAM Sebut Dewan Sibuk dengan Pokir

Foto: Rianza Alfandi/readers.ID
Sejumlah peserta unjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Aceh Menggugat (APAM), melakukan aksi demo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Rabu (24/2/2021). Dalam aksi tersebut, para demonstran menganggap Pemerintah Aceh dan anggota dewan saat ini lupa akan kepentingan rakyat Aceh.
Koordinator aksi, Maulida Aryandi S, menilai DPRA dan Gubernur Aceh hanya memikirkan kepentingan dirinya saja serta mengabaikan seluruh kepentingan masyarakat Aceh. Selain itu, DPR juga sibuk mengurusi pokok pikiran (pokir) sehingga menyebabkan Aceh menjadi provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di Sumatera.
“Gubernur disibuki mengurus proyek multiyers, pribadi dan kelompoknya saja. Maka jelas kenapa Aceh mendapatkan provinsi termiskin di Sumatera nomor satu saat ini,” katanya.
Kemudian, masa dengan kostum bercampur itu juga meminta kepada DPRA untuk segera mengatasi masalah kekosongan kursi orang nomor dua di Aceh yang sudah cukup lama. Maulida menilai, wakil gubernur harus segera diisi dari Partai pengusung.
“DPRA juga Nova Iriansyah jangan bermain politik demi kepentingan sepihak. Parpol pengusung harus utamakan kepentingan rakyat Aceh, bukan kepentingan Nova,” jelas Maulida.
Pemerintahan selama Nova memimpin, kata Maulida, sangat amburadul dalam menangani wabah Covid-19, dana otonomi khusus (otsus) dan birokrasi. Ia melihat, Gubernur sangat berambisi menikmati sendiri dana APBA hingga 2022, yang selama ini sudah dimonopoli oleh orang-orang terdekatnya.
“APAM meminta pihak kepolisian, kejaksaan dan bahkan KPK harus turun tangan untuk mengusut pengelolaan dana penanganan Covid-19 di Aceh. Anggaran refocusing triliunan rupiah sepertinya hanya untuk kroni-kroni, sementara penanganan Covid-19 amburadul. Dayah-dayah yang sangat membutuhkan dana malah disunat dengan alasan refocusing,” ungkapnya.
Selain itu, Maulida menuturkan para politisi di DPRA hanya membela kepentingan pribadi dan kelompoknya. “Setelah dana pokir mereka diterima oleh Gubernur, mereka diam soal hak interpelasi dan angket. DPRA bahkan tidak peduli dengan jabatan wagub Aceh. Hari ini kami sadarkan rakyat Aceh bahwa di DPRA tak lebih hanya tikus-tikus APBA,” pungkas Maulida.
Total
12
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Warga Abdya Temukan Bayi Baru Lahir Diduga Dibuang Orang Tuanya

Next Article
Pemerintah Keluarkan Materai Elektronik

Pemerintah Keluarkan Materai Elektronik

Related Posts