Dendam dan Hutang Diduga Motif Pelaku Bunuh Ibu dan Anak

Dendam dan Hutang Diduga Motif Pelaku Bunuh Ibu dan Anak
Pelaku pembunuhan terhadap ibu dan anak di Aceh Timur. Doc Polres Aceh Timur.

Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur telah menangkap dua pria, yang diduga pelaku pembunuh seorang wanita berusia 57 tahun beserta anak perempuan, berusia 15 tahun di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.

Hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa pelaku yang masing-masing berinisial R (46) serta M (37), tega menghabisi nyawa keduanya karena terkait hutang piutang.

BACA JUGA: 

Dua Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak Ternyata Kerap Meresahkan

Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Aceh Timur Ditangkap

“Dari keterangan pelaku R, ia melakukan perbuatan tersebut dilatarbelakangi dendam dan hutang piutang,” kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, pada Kamis (18/2/2021).

Meskipun demikin, pihak kepolisian tidak langsung percaya dan masih mendalami motif lain yang sebenarnya.

Rencana menghabisi nyawa kedua korban dikatakan Eko, berawal saat tersangka M tidak sengaja bertemu dengan tersangka R, di Gampong Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis (11/2/2021) sekira pukul 22.00 WIB.

“Pada saat itu, R mengajak M untuk menemui seseorang,” kata Eko.

Keduanya ternyata mendatangi rumah korban sambil membawa sebatang balok kayu dan sebatang besi. Sambil mengendap-endap masuk, R dan M langsung menghabisi nyawa Siti Fatimah beserta anak perempuannya.

Parahnya lagi, anak korban yang masih berusia 15 tahun tersebut justru diperkosa M meski korban dalam kondisi mulut berlumuran darah akibat dipukul oleh R.

BACA JUGA: Kematian Ibu dan Anak di Aceh Timur Ada Hantaman Benda Tumpul di Tengkorak

“Saat M sedang memperkosa anak korban, R menghatamkan besi bulat yang ia pegang ke kepala Siti Fatimah,” ujarnya.

Usai melakukan tindakan kriminal tersebut, kedua pelaku kabur melalui jendela rumah korban. Sejak saat itu keduanya berpisah.

Beberapa hari kemudian, tepatnya Senin, (15/2/2021) sekira pukul 12.30 WIB, warga Gampong Simpang Jernih digegerkan dengan penemuan mayat Siti Fatimah dan anak perempuannya dalam kondisi yang mengenaskan.

Kematian keduanya baru diketahui setelah kecurigaan menantu korban karena tak kunjung melihat mertua serta adik iparnya selama beberapa hari.

Kedua pelaku ditangkap pada Rabu, (17/02/2021), usai pihak kepolisian mengambil sejumlah keterangan dari para saksi. “Sehingga mengarah kepada kedua pelaku,” kata Eko.[acl]

Total
13
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Pertama di Dunia, Mobil Terbang Dapat Izin di Amerika

Pertama di Dunia, Mobil Terbang Dapat Izin di Amerika

Next Article

Foto Feature: Penertiban Trotoar

Related Posts