Dijaga Induknya Saat Tim Evakuasi Anak Gajah Terjebak di Lumpur

Dijaga Induknya Saat Tim Evakuasi Anak Gajah Terjebak di Lumpur
Gajah terjebak dalam kubangan yang ada di kawasan Gampong Panton Bunot, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Foto Ist

Seekor bayi Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) yang sempat terjebak dalam kubangan akhirnya bisa dievakuasi oleh warga bersama Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan beberapa instansi terkait lainnya, Selasa (8/2/2021).

Saat petugas hendak menyelamatkan anak gajah tersebut, induknya tampak terus mendekat menjaga anaknya. Bahkan sempat beberapa kali masuk ke kubungan itu untuk menarik anaknya, tetapi selalu gagal.

Sehingga warga bersama Tim BKSDA Aceh harus menghalau induk gajah tersebut dengan petasan untuk menyelamatkan anak gajah yang terjebak itu.

“Telah melakukan upaya penyelamatan terhadap satu individu bayi Gajah Sumatera atau Elephas Maximus Sumatranus yang terjebak di dalam kubangan lumpur di Desa Panton Bunot,” kata Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, pada Sabtu (13/2/2021).

Informasi mengenai bayi gajah terjebak dalam kubangan yang ada di kawasan Gampong Panton Bunot, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pertama kali diketahui oleh pihak BKSDA setelah mendapatkan laporan dari camat setempat. Bayi gajah tersebut dikatakan sudah terjebak sejak 8 Februari 2021.

Usai dievakuasi bayi gajah langsung mendapatkan penanganan oleh tim dokter BKSDA dan dokter hewan Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH-USK).

“Kondisi bayi Gajah Sumatera saat dilakukan penanganan sangat lemah dan kritis sehingga tim medis memutuskan untuk dilakukan perawatan yang lebih intensif di PKG (Pusat Konservasi Gajah) Saree,” ujar Agus.

Hasil pemeriksaan, bayi gajah yang ditemukan berjenis kelamin betina dan diperkirakan masih berusia tiga minggu dengan berat badan lebih kurang 85 kilogram. Kaki kiri bayi gajah dikatakan mengalami dislokasi, sedangkan dua kaki belakang mengalami kelumpuhan sehingga bayi Gajah Sumatera tidak mampu berdiri.

“Saat ini paralisa tersebut belum diketahui bersifat sementara atau permanen,” kata kepala BKSDA Aceh itu.

Untuk kondisi lainnya diketahui bahwa bahwa bayi Gajah Sumatera mengalami prolapsus pusar (umbilicus) dan genital, serta bola mata mengalami trauma atau luka.

“Sampai dengan saat ini tim dokter hewan masih terus memberikan perawatan dan upaya penanganan medis kepada bayi Gajah Sumatera tersebut,” imbuhnya.

Adapun pihak yang terlibat dalam evakuasi selain BKSDA Aceh, yakni petugas Resort Wilayah 5 Sigli-Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe, PKG Saree, dokter hewan balai, dokter hewan PKSL FKH USK , Fauna Flora Internasional (FFI), camat Tiro, aparat desa serta masyarakat Panton Bunot. [acl]

Total
8
Shares
1 comment

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Mantan Presiden Amrika Serikat (AS) Donald Trump menilai para pengunjuk rasa di Gedung Capitol pada awal Januari lalu peduli dengan Pilpres AS dan menolak untuk membubarkannya. Hal itu terungkap dalam percakapan telepon antara Trump dan Anggota DPR AS Kevin McCarthy.

Trump Disebut Tolak Bubarkan Demo Gedung Capitol

Next Article
PBB Temukan Militer Myanmar Gunakan Peluru Tajam Hadapi Demonstran

PBB Temukan Militer Myanmar Gunakan Peluru Tajam Hadapi Demonstran

Related Posts