Dosen FKM Unmuha: Masyarakat Perlu Literasi soal Vaksin

Nakes di Puskesmas Jeulingke Baru Dua Orang Divaksin
Vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia| readers.ID | Hotli Simanjuntak

Keraguan tentang hadirnya vaksin sinovac masih menjadi polemik di tengah masyarakat. Sebagian diantaranya ada yang mendukug, dan juga meragukan bahkan menolak vaksin.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh, Riza Septiani, mengatakan keraguan itu dikarenakan rendahnya tingkat literasi dan pemahaman masyarakat tentang vaksin.

Menurutnya agar proses vaksinasi bisa berjalan dengan baik di Aceh, maka Pemerintah harus mengetahui sejauh mana tingkat literasi kesehatan dan pemahaman masyarakat soal vaksin. Hal itu bertujuan untuk memudahkan sosialisasi atau edukasi terhadap masyarakat.

“Itu adalah hal utama yang mesti dilakukan pemerintah Aceh. Tujuan vakasinasi itu apa, serta penyampaian informasi tentang efek samping yang ada pada vaksi itu sendiri,” kata Riza saat dikonfirmasi readers.ID

Riza menjelaskan, pentingnya mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat soal vaksin, agar Pemerintah bisa memberikan informasi benar pada pemahaman-pemahaman yang salah di masyarakat.

“Saya tidak bisa memperkiran efektivitas vaksinasi saat ini. Karena vaksinasi yang dilakukan saat ini mungkin hanya untuk nakes saja dulu. Untuk masyarakat lainnya saya kurang tau. Apakah masyarakat memiliki keinginan besar untuk divaksinasi atau tidak,” tuturnya.

Di sisi lain, sebut Riza, pemerintah juga harus mampu memerangi hoax tentang vaksin. Pasalnya, ragam konten yang beredar di sosial media saat ini banyak mengandung berita bohong sehingga membuat masyarakat takut.

“Belum sepenuhnya masyarakat Aceh mengerti maksud dari vaksin itu apa. Ada masyarakat yang beranggapan vaksin itu sama dengan obat, padahal jelas berbeda. hHal ini belum disadari oleh masyarakat secara menyeluruh,” ungkapnya.

Riza mengaku dirinya masih sangat minim mendapatkan informasi terkait program vaksinasi yang sudah berjalan di Aceh. Padahal, Riza sangat ingin dirinya mendapatkan vaksin.

“Sejujurnya saya ingin vaksinasi sekarang. Tapi, ketika saya cek di peduli melindungi, ternyata saya belum teregistrasi. Untuk hal-hal seperti ini saya rasa masyarakat belum menyadari. Mungkin masyarakat juga tau vaksinasi diperuntukan dulu buat Nakes, tahap berikutnya untuk PNS, serta Profesi-profesi lainnya,” ungkap Riza.

“Jadi, masyarakat beranggapan bahwa belum menjadi sasaran vaksinasi. Sehingga mereka tidak berusaha mencari informasi yang benar. Intinya informasi yang disampaikan itu harus informatif, menggugah dapat meningkatkan leterasi kesehatan masyarakat. Dan, informasi tentang setiap vaksin dari berbagai merk disampaikan dengan sejujur-jujurnya,” tambahnya.

Total
19
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
CERPEN: Perkara Dana Hibah (1)

CERPEN: Perkara Dana Hibah (1)

Next Article
Lima Terduga Teroris Aceh

Lima Warga Terduga Teroris Telah Jadi Tersangka

Related Posts