DPRA Minta Gubernur Audit Kapal Aceh Hebat karena Mati Tengah Laut

Rute Ulee Lheue-Balohan Resmi Berlayar
Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 menjadi transportasi laut yang melayani rute penyeberangan Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh – Pelabuhan Balohan, Sabang. [readers.id | Muhammad]

Tim Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh tahun 2020 menemukan sejumlah kejanggalan terkait dengan realisasi anggaran Pemerintah Aceh pada tahun 2020.

Salah satunya ialah terkait pengadaan kapal penyeberangan jenis Ferry Ro-Ro lintas Pantai Barat-Simeulu.

“Satu unit Kapal 1300 GT (Aceh Hebat1) untuk lintas Pantai Barat-Simeulue, perlu dilakukan audit karena pernah mati di tengah laut,” kata anggota DPR Aceh, Purnama Setiabudi, di Gedung DPRA, Senin (7/6/2021).

Kemudian, yang perlu dikaji selanjutnya ialah pengadaan Kapal Ferry Ro-Ro 1 unit 110 GT (Aceh Hebat 2) Lintasan Ulee Lheue-Balohan, baru 2 tahun penggunaan perlu dikaji jangan terulang seperti kasus Kapal Gurita.

“Sungguhpun penanganan pengoperasional kapal Aceh hebat II dilakukan oleh PT-ASDP, akan tetapi karena wilayah hukum Aceh yang menerapkan Syariat Islam, maka selayaknya fasilitas tempat salat harus memenuhi standar tempat ibadah secara syari,” ujar Purnama.

Selain itu, kata Purnama, pengadaan Kapal Ferry Ro-Ro 1 unit atau kapal 600 GT untuk lintasan Singkil-Pulau Banyak yang pengadaannya baru 1 tahun juga sudah pernah mengalami kerusakan mesin di tengah laut.

“Pengadaannya baru 1 tahun, namun sudah pernah mengalami kerusakan mesin di laut. Maka untuk memastikan pengadaan dari pabrikan perlu ditelusuri melalui audit investigasi terhadap ke tiga kapal tersebut (Aceh Hebat 1, 2 dan 3),” jelas Purnama.

Di samping itu, Purnama juga menyebutkan, selain soal Kapal Aceh Hebat, Gubernur Aceh juga diminta agar segera memanfaatkan seluruh Terminal Tipe B yang sudah dibangun di seluruh Aceh.

“Semua Terminal Tipe B yang telah dibangun di seluruh Aceh perlu segera dimanfaatkan agar tidak tejadi pemborosan uang negara,” pungkasnya.[]

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Setelah Migrasi, OJK: Permasalan Muncul Lagi Soal Padanan BSI

Next Article

Partai Demokrat: Mahfud MD Diminta Tidak Membuat Pernyataan Ngawur

Related Posts