DPRA Minta Guru di Pulo Aceh Diberi Fasilitas yang Layak

Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah Foto: Ist

Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irawan Abdullah, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui dinas pendidikan setempat agar menyediakan fasilitas bagi guru yang mengajar di Kecamatan Pulo Aceh. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan semangat para guru mengajar.

Menurutnya, harus diakui Pulo Aceh saat ini merupakan salah satu daerah terpencil. Bahkan proses transportasi di sana masih kerap menjadi masalah yang harus dihadapi.

“Oleh karenanya bagaimana dinas pendidikan semacam memberikan reward (hadiah) yang lebih kepada guru-guru yang ada di wilayah terpencil tersebut. Hal itu juga untuk bagaimana kita menjadikan mereka lebih bersemangat untuk mengajar. Begitu juga dengan fasilitas yang ada, seperti rumah dan lain-lainnya,” kata Irawan kepada readers.Id, Kamis (25/11/2021).

Irawan menuturkan, berkaitan dengan kondisi sekolah yang kerap tidak ada guru di Pulo Aceh, dirinya juga meminta agar dinas terkait dapat mengambil langkah serius.

Ia menilai, tidak adanya guru saat jam mengajar di kecamatan tersebut bukan lagi perkara yang baru sekali terjadi, melainkan dikatakannya, sudah terjadi berulang kali setiap tahun

“Sebab kondisi Pulo Aceh ini ialah kondisi yang sering berulang-ulang bertahun-tahun tidak ada penyelesaian yang kongkret. Oleh karena itu kita sangat berharap ini dapat teratasi dengan baik,” sebutnya.

Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (Himab) juga mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Besar untuk mengevaluasi kinerja guru yang bertugas di Kecamatan Pulo Aceh.

Hal itu berkaitan dengan beredarnya sebuah video di media sosial (medos) yang memperlihatkan anak-anak di Sekolah Dasar Negeri Lampuyang harus pulang lebih awal karena tidak ada seorang pun guru yang hadir

“Kejadian ini terus berulang layaknya sebuah tradisi dan selalu menyita perhatian publik. Ketidakhadiran guru di SDN Lampuyang Pulo Breuh sangat menyorot perhatian masyarakat. Nasib miris ini tidak boleh diwariskan oleh tenaga pendidik lainnya,” kata Ketua Umum HIMAB, Dias Rahmatullah kepada readers.ID, Senin (22/11/2021).

Ia meminta agar pihak Disdikbud Kabupaten Aceh Besar untuk dapat menegur keras sekaligus memberikan sanksi kepada guru yang tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik.

“Adik-adik kami di sana berhak mendapatkan pendidikan yang layak, adanya kendala para guru-guru untuk hadir di sana hanyalah urusan teknis,” tuturnya.[mu]

Total
18
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Humas Pemprov Aceh

Sekda: Pemerintah Aceh Fokus Kembangkan Digitalisasi Produk Lokal

Next Article
Humas Dinas Pendidikan Provinsi Aceh

T Fariyal: Jajanan Sehat Tingkatkan Kualitas Belajar Siswa

Related Posts