Dua Orangutan Sumatera Dilepasliarkan di Cagar Alam Jantho

Salah satu Orang Utan Sumatera yang dilepasliarkan di Cagar Alam Jantho, Aceh Besar (Foto: Istimewa)

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) melepasliarkan dua individu Orangutan Sumatera (Pongo abelli) di kawasan Cagar Alam Jantho, Aceh Besar, pada Kamis (17/6/2021).

“Pelepasliaran dua individu orangutan sumatera dengan ID 338, jantan dan ID 411, betina di Cagar Alam Jantho,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, pada Sabtu (19/6/2021).

Ia mengatakan, Orangutan berjenis kelamin jantan berusia sekitar 10 tahun dan berat badan kurang lebih 25 kilogram. Satwa itu hasil serahan masyarakat pada tahun 2016.

Sementara Orangutan betina berusia berkisar 13 tahun dengan berat badan kurang lebih 41 kilogram. Satwa ini merupakan hasil evakuasi pada bulan Februari 2021.

“Kedua individu orangutan sumatera tersebut yang berasal dari Provinsi Aceh telah direhabilitasi di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Sumatera di Batu Mbelin, Sumatera Utara,” ujar Agus.

“Kedua individu tersebut telah dinyatakan sehat dan layak perilaku satwa untuk dilepasliarkan,” imbuhnya.

Agus menyampaikan, alasan dilakukan pelepasliaran Orangutan di kawasan Cagar Alam Jantho karena dinilai sebagai habitat yang sesuai bagi Orangutan Sumatera.

Di tempat itu juga pernah dilakukan pelepasliaran 132 individu Orangutan Sumatera. Bahkan, ada tiga individu yang dilahirkan di hutan dalam kawasan Aceh Besar tersebut.

“Oleh karena itu, diharapkan dua individu Orangutan Sumatera yang dilepaskan tersebut dapat segera beradaptasi dan berkembang biak di habitat barunya,” harap Agus.

Kegiatan itu bagian dari memperingati Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2021 dengan mengusung tema “Living In Harmony with Nature: Melestarikan Satwa Liar Milik Negaraā€¯.

KLHK RI melakukan pelepasliaran di seluruh wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) secara serentak dan simultan mulai dari Bulan Mei hingga Desember 2021.

Beberapa pihak yang terlibat dalam pelepasliaran tersebut, di antaranya BKSDA Aceh, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh serta bekerjasama dengan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan PanEco.

Orangutan Sumatera (Pongo abelii) merupakan salah satu jenis satwa liar dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, orangutan sumatera berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar dan termasuk appendix I CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). [acl]

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Pilih Pancasila atau Agama, Budayawan: Yang Bikin Pertanyaan Sebenarnya tidak Pancasilais

Next Article

Pemkot Memastikan Nelayan Sabang Terdampar di Thailand Sehat

Related Posts