Dugaan Biaya Notifikasi SMS BSI di Luar Aturan, Nasabah: Ini Kezaliman

Waktu Baca 6 Menit

Dugaan Biaya Notifikasi SMS BSI di Luar Aturan, Nasabah: Ini Kezaliman
Nasabah sedang melakukan program migrasi ke bank secara langsung. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID

Syeh Joel (31) warga Banda Aceh masih tak percaya usai melihat postingan beberapa temannya di beranda Facebook, ternyata dirinya pun mengalami nasib yang sama. Terjadi dugaan pemotongan secara diam-diam di luar aturan yang dilakukan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan dalih biaya notifikasi SMS.

Notifikasi SMS. Ilustrasi

Rekaman mutasi mobile banking BSI miliknya sepanjang November 2021 terpotong Rp 9.000 untuk biaya notifikasi SMS, dan itu terjadi sebanyak dua kali. Padahal BSI sudah jelas membuat aturan melalui laman resminya bahwa biaya notifikasi SMS hanya Rp 500.

Tak terima dengan perlakuan tersebut, ia pun menulis unek-uneknya di media sosial dan grup WhatsApp. Menurut Syeh, tindakan yang dilakukan BSI dengan melakukan pemotongan tanpa sepengetahuan ini adalah menzalimi nasabah.

Tak cukup sampai di situ, lanjut Syeh, bahkan ada rekannya di grup WhatsApp yang terpotong hingga Rp 48.500 dalam sekali transaksi untuk biaya notifikasi SMS dan itu terjadi sebanyak tiga kali sepanjang November ini.
Kemudian dilihat readers.ID di kolom komentar akun Facebooknya Syeh Joel, sejumlah netizen ikut memposting tangkap layar biaya notifikasi SMS BSI mulai dari Rp 5.000 Rp 6.500, Rp 7.000, Rp 8.000 hingga Rp 21.000.

"Kalau begini ceritanya, saya kira ini kezaliman yang terselubung ya," kata Syeh melalui sambungan telepon kepada readers.ID, Rabu (10/11/2021).

Ia mengaku, setelah mempublikasi kejadian ini di media sosial, ada banyak teman-temannya yang lain mengalami hal serupa. Terutama mereka yang mengais rezeki melalui aktivitas berjualan online.

Bila satu juta orang saja yang mengalami hal serupa di Aceh, menurut Syeh sudah berapa kerugian yang ditanggung nasabah BSI itu sendiri. Pihaknya tidak menerima saat mereka yang berjualan dengan keuntungan Rp 20.000 dari olshop harus terkuras lagi profitnya karena pemotongan tak terduga ini.

Menurutnya Syeh, kejadian-kejadian seperti ini tidak boleh terus terulang. Kejadian serupa dirasa bukan kali ini saja. "Masa bank sebesar itu lemah di pengawasan semacam ini, kan lucu," katanya.
Sejauh ini pihaknya sudah mempertanyakan kasus tersebut kepada beberapa temannya yang bekerja di BSI. Meski demikian, hingga kini ia belum mendapat jawaban walau sekadar melegakan nasabah.

Bila tidak ada perubahan dan semakin banyak nasabah yang menjadi korban, ia pun siap mengambil aksi protes tunggal atau langkah hukum terkait kasus biaya notifikasi SMS secara diam-diam di luar aturan ini.

"Kalau begini ceritanya, ketika masyarakat marah dan menolak, ya jangan salahin masyarakat," ucap Syeh.

Sementara Koordinator Lingkar Publik Strategis, Rizki Ardial meminta agar Pemerintah Aceh memanggil BSI guna memperjelas standar operasional prosedur terhadap layanan perbankan tersebut di Aceh.

Hal ini menurutnya penting dilakukan supaya tidak terjadi kegaduhan di tengah masyarakat.

Diakui atau tidak, lanjut Rizki, hari ini masyarakat tidak banyak opsi dalam memilih bank untuk bertransaksi secara nasional maupun internasional khususnya di Aceh.

"Dan kondisi ini sangat berdampak terhadap implementasi Syariat Islam di Aceh, terutama dalam aspek perbankan," katanya.

Koordinator Lingkar Publik Strategis itu berujar, yang terjadi hari ini saat ada bank yang bermasalah secara teknis dan itu bank syariah, masyarakat tidak hanya melihat bank tersebut, tetapi label syariah yang jadi bulan-bulanan masyarakat.

Dan ini menurutnya sangat merugikan citra Aceh di mata nasional dan internasional, apalagi Pemerintah Aceh hari ini sedang fokus-fokusnya mengundang investasi ke Aceh.

"Oleh karena itu, saya berharap Pemerintah Aceh harus memperjelas komitmen BSI dalam melakukan operasional di Aceh," kata Rizki.

Kalau BSI tidak mampu memberi layanan yang mudah, efektif dan dengan biaya yang sewajar mungkin, lanjut Rizki, maka pemerintah Aceh harus mencari solusi lain terhadap layanan perbankan di Aceh ke depan.
Selanjutnya, reporter readers.ID sudah meminta konfirmasi terkait hal ini kepada Head of Corporate Communication PT BSI Tbk, Eko Nopiansyah pada Rabu (11/6/2021), namun hingga tulisan ini diturunkan pihaknya belum memberikan jawaban. 

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...