EDITORIAL: Leaders are Readers

Leaders are Readers, pemimpin adalah pembaca. Tagline ini disematkan portal daring readers.ID di bawah payung PT Readers Indonesia Multimedia sebagai simbol bahwa seorang pemimpin itu harus menjadi pembaca.

Membaca itu tak hanya teks book. Tetapi menjadi pembaca perkembangan sosial, politik dan kebutuhan dasar masyarakat, menjadi penting bagi seorang pemimpin. Pemimpin tidak boleh buta apa lagi tuli, tetapi harus menjadi penerang dan pemberi harapan kepada rakyatnya.

Peristiwa meninggalnya seorang bocah diduga gizi buruk kemarin, Jumat (5/2/2021) menjadi preseden buruk untuk pemimpin di Serambi Makah. Padahal jarak domisili bocah itu tepat berada di jantung kekuasaan Pemerintah Aceh.

Mirisnya lagi, beberapa waktu lalu dihebohkan dengan adanya ‘bagi-bagi kue’ Bantuan Sosial (Bansos) pada 100 Organisasi Kepemudahaan (OKP) untuk sosialisasi pencegahan Covid-19. Total nominalnya tak tanggung-tanggung – mencapai Rp 9,8 miliar.

Bayangkan bila dana sebesar itu dibangun rumah dhuafa ditambah bantuan modal ekonomi. Berapa banyak mereka sudah terbantukan.

Bukan berarti 100 OKP itu tidak mempergunakan dana itu tepat sasaran. Tetapi jauh lebih penting, anggaran tersebut dialihkan untuk kebutuhan mendesak lainnya. Pengentasan kemiskinan harus menjadi agenda prioritas semestinya dilakukan oleh Pemerintah Aceh.

Pada peluncuran portal daring readers.ID, Sabtu (6/2/2021), media daring dengan genre berbasis Jurnalisme Data menurunkan tulisan tentang Bansos yang sempat heboh di jagad maya di Tanah Seulanga.

Begitu juga isu nasional tentang rencana menghidupkan kembali Pam Swakarsa dan Komponen Cadangan.

Pam Swakarsa dan Komponen Cadangan akan berdampak memiliterisasikan sipil nantinya. Apa lagi hingga sekarang persoalan kelam masa lalu di era reformasi 1998 belum lekang dalam ingatan kita. Berbagai peristiwa berdarah dialami bangsa ini masih terbayang nyata dan belum ada upaya penyelesaiannya.

Media sebagai saluran informasi publik wajib mengingatkan publik dan pemerintah agar kisah kelam masa lalu, jangan terulang pada generasi masa yang akan datang.

Media juga  harus mencerahkan dan memberikan saluran informasi kepada kelompok yang kurang mendapatkan akses informasi selama ini.

Readers.ID hadir bukan untuk bersaing, tetapi dapat bersinergi dengan semua media yang sudah terlebih dahulu hadir di Aceh dan Indonesia pada umumnya.

Kami sadari, hingga sekarang belum menerapkan sepenuhnya Jurnalisme Data. Namun kami akan terus berupaya untuk menuju ke sana – untuk memenuhi pembaca kritis – yang membutuhkan informasi lengkap dan akurat.

Readers lahir bercita-cita untuk menjawab tantangan baru menjadi media alternatif, di tengah kegamangan media daring yang fokus kejar Click Bait. Sehingga mengabaikan keakuratan dan tidak disiplin verifikasi. Readers.ID mencoba mengisi ruang itu dengan konsep Jurnalisme Data.

Readers.ID juga akan hadir dengan multimedia – yaitu akan mempergunakan media sosial seperti YouTube, Facebook, Twitter, Tiktok dan sejumlah media sosial lainnya untuk memenuhi kebutuhan informasi para milenial.

Readers.ID hadir agar dapat berisinergi dengan media massa lainnya di Aceh dan Nusantara ini untuk mengembalikan keakuratan dan disiplin verifikasi setiap pemberitaan. Readers.ID juga akan lebih fokus menurunkan tulisan mendalam untuk menuntaskan setiap isu yang berkembang.[acl]

Total
12
Shares
6 comments

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Urban Farming Solusi Krisis Pangan

Foto Feature: Urban Farming Solusi Krisis Pangan

Next Article
Bola Liar Dana Hibah 100 OKP

Dana Hibah Mengalir ke Rekening 100 OKP di Aceh (1)

Related Posts