Enam Motor Milik Pengunjung Wisata Air Terjun Tujuh Bidadari Diduga Dibakar OTK

Barak komando itu tempat penitipan motor para pengunjung yang hendak pergi ke wisata air terjun tujuh bidadari dengan dikenakan uang prakir sekitar Rp 20 ribu rupiah

Waktu Baca 2 Menit

Enam Motor Milik Pengunjung Wisata Air Terjun Tujuh Bidadari Diduga Dibakar OTK
Dari enam Unit Sepeda Motor Terbakar, Tiga Unit Motor Tinggal Kerangka

ACEH UTARA, READERS – Enam unit sepeda motor milik wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Air Terjun Tujuh Bidadari di Desa Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara diduga dibakar orang tak dikenal (OTK).

Pemilik Sepeda Motor, Andi mengatakan awalnya dirinya bersama rekan-rekannya bergerak dari Matangkuli hendak mengujungi objek wisata air terjun tujuh bidadari. Setiba, dibarak komando mereka menitip motornya dan berjalan kaki sekitar 5 jam menuju lokasi wisata tersebut. 

"Barak komando itu tempat penitipan motor para pengunjung yang hendak pergi ke wisata air terjun tujuh bidadari dengan dikenakan uang prakir sekitar Rp 20 ribu rupiah," kata Andi, Rabu (11/5/2022).

Andi mengatakan, pihanya berangka pada Sabtu (7/5) Di sana mereka kamping selama dua malam dan memarkirkan sepeda motor di barak penitipan. Mereka pulang pada Senin (9/5) dan setiba di lokasi penitipan pukul 18.00 WIB.

"Saat itu saya terkejut melihat motor saya dan rekan-rekan saya habis terbakar. Dari enam motor tiga habis terbakar dan tinggal kerangka saja dan tiganya unit motor lainnya hanya terbakar dibagian jok dan masih digunakan," kata Andi. 

Dia menyebutkan, saat mereka tiba di lokasi, petugas parkir tidak ada di lokasi. Kemudian, menanyakan hal tersebut kepada penanggung jawab tukang parkir. Menurut alasan tukang parkir motor tersebut terbakar karena korsleting listrik. 

"Ini tentu tidak masuk akal dengan alasan itu, pasalnya sepeda motor dalam keadaan mati sedangkan dalam box motor juga tidak ada apa-apa. Kalau memang dijaga, mana mungkin bisa sampai enam yang terbakar," katanya. 

Dia menambahkan pihak pengelola penitipan motor itu tidak mau bertanggung jawab. Dengan alasan kejadian itu dianggap musibah. Pihak pengelola akan mengganti motor jika motor tersebut hilang, bukan terbakar. 

"Terkait peristiwa itu saya sudah melaporkan ke pihak kepolisian," pungkasnya. 

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...