Foto Feature: Sampah dan Polemiknya

Pengelolaan Sampah di Banda Aceh Masih Konvensional
Petugas kebersihan sedang membongkar muat sampah yang di kumpulkan dari wilayah pemukiman ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID

Polemik sampah bukan hanya menjadi masalah di perkotaan besar saja. Namun juga menjadi persoalan di kawasan pinggiran kota seperti yang dialami oleh kabupaten Aceh Besar. Hampir di semua wilayah, kabupaten Aceh Besar, sampah selalu menghiasi kawasan pemukiman penduduk. Umumnya sampah-sampat tersebut berada dan dibuang di tepi jalan yang justru dilintasi oleh penduduk.

Produksi sampah di Kabupaten Aceh Besar, mencapai 200 ton per hari. Permasalahan timbul ketika pemerintah kabupaten hanya bisa menangani sekitar 60 ton per hari. Artinya, lebih kurang ada 140 ton sampah yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir di kawasan Blang Bintang maupun Jantho.

BACA JUGA: Hari Peduli Sampah: Bau Busuk Sisa Pembuangan di Aceh Besar (1)

Keterbatasan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Besar untuk mengatasi sampah hingga sampai daerah pelosok juga jadi kendala. Oleh karena itu, peran perangkat desa dalam menjaga lingkungan merupakan faktor dan elemen yang sangat dibutuhkan.

Namun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarang, dinilai masih minim. Kurangnya kesadaran ini selain merugikan diri sendiri, juga bisa merugikan masyarakat umum lainnya.

Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID

Pekerja sedang membongkar sampah di TPA. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID
Tumpukan sampah di TPA yang menggunung. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID
Larangan membuang sampah di kawasan irigasi masih terus terjadi di kawasan Aceh Besar. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID
Irigasi pertanian tidak luput dari timbunan sampah yang mengakibatkan drainase air tidak berjalan lancar. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID
Tumpukan sampah di pinggir jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID
Tanda larangan membuang sampah tetap tak berpengaruh terhadap perilaku membuang sampah sembarangan oleh masyarakat di kawasan Lam Puuk, Aceh Besar. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID
Walau didenda, masyarakat tetap membuat sampah ke tempat yang tidak seharusnya. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID
Gerobak sampah yang sudah penuh menimbulkan aroma busuk di jalan utama provinsi Aceh di kawasan Lampeunurut, Aceh Besar. Tepatnya tidak jauh dari pendopo Wali Nangroe. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID
Keberadaan gerobak sampah menjadi legitimasi bagi masyarakat untuk membuat sampah di lokasi seperti ini. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID
Himbauan maupun sumpah serapah sudah menjadi pemandangan umum di lokasi-lokasi yang bukan TPA. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID
Seorang ibu sedang membuang sampah di tepi jalan utama Medan-Meulaboh. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuat sampah sembarangan menjadi kendala yang besar untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID
Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Konser Virtual, Lepas Rindu Rafly Kande dan Apache 13

Konser Virtual, Lepas Rindu Rafly Kande dan Apache-13

Next Article
Seorang Nakes di Banda Aceh Masuk Rumah Sakit Usai Divaksin

Seribuan Orang Masuk ke RI Positif Covid-19

Related Posts