Gembong Sabu Timur Tengah Manfaatkan Warga Lokal

Gembong Sabu Timur Tengah Manfaatkan Warga Lokal
Polda Aceh gelar barang bukti penangkapan sabu seberat lebih dari 353 kg di Polda Aceh, Indonesia, Kamis 11 Februari 2021 di Mapolda Aceh. Muhammad | readers.ID

Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Dit Tipid Narkoba Bareskrim) Polri dan Dit Resnarkoba Polda Aceh serta Polres Bireuen, mengungkap dan menangkap 11 orang yang diduga komplotan peredaran narkoba jaringan internasional, di Provinsi Aceh.

Tak hanya menangkap komplotan tersebut, polisi juga menyita sabu-sabu dengan berat lebih kurang 353 kilogram yang dikemas dalam wadah plastik.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Dir Tipid Narkoba Bareskrim) Polri, Brigjen Pol Krisno Siregar mengatakan, upaya penyelundupan sabu-sabu yang dikemas dalam wadah plastik bukanlah kali pertama dilakukan para komplotan peredaran narkoba jaringan internasional.

“Tahun 2020 lalu, di dalam catatan kami itu ada tiga pengungkapan besar terkait dengan kemasan yang sama,” kata Krisno, pada Kamis (11/2/2021).

BACA JUGA: Napi Lapas Lhokseumawe Kendalikan Penyelundupan 353 Kg Sabu

Kasus ini terungkap berawal dari adanya informasi yang didapatkan petugas kepolisian, pada Desember 2020 lalu, mengenai adanya upaya penyelundupan ratusan kilogram sabu-sabu asal Timur Tengah dari Malaysia ke Indonesia, melalui jalur laut di wilayah perairan Kabupaten Bireuen, Aceh. Sabu tersebut berasal dari kawasan Timur Tengah.

Jaringan internasional peredaran sabu-sabu asal Timur Tengah ini biasanya, dikatakan Krisno, akan memanfaatkan warga lokal untuk menjadi penyelundup barang haram tersebut. Hal itu berdasarkan beberapa kasus yang pernah mereka tangani sebelumnya.

“Jadi waktu itu berhasil ditangkap beberapa warga Timur Tengah, khususnya dari Iran yang berkolaborasi dengan warga Indonesia di Banten dan Sukabumi. Sekarang ini kolaborasinya terjadi lewat Bireuen, dengan sindikat Aceh,” ungkapnya.

“Mereka tetap menggunakan sindikat lokal untuk melakukannya,” imbuh Krisno.[acl]

Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Kemenag RI: Ajakan Perempuan Menikah di Bawah Umur Melanggar Aturan

Kemenag RI: Ajakan Perempuan Menikah di Bawah Umur Melanggar Aturan

Next Article
Tiga Fokus Wishnutama Setelah Jadi Komisaris Utama Telkomsel

Tiga Fokus Wishnutama Setelah Jadi Komisaris Utama Telkomsel

Related Posts