Gusur Warga Kopelma, Rektor USK Disebut Kesampingkan Sejarah

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menerima audiensi dari Forum Warga Kopelma Darussalam, di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRA, Selasa (23/2/2021). (Dok. Ist)

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menerima audiensi dari Forum Warga Kopelma Darussalam, di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRA, Selasa (23/2/2021). Pertemuan itu membahas soal penggusuran perumahan di lingkungan Kopelma Darussalam.

Dari audiensi itu, Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian menilai persoalan penggusuran tersebut tidak bisa disederhanakan. Apalagi hanya dilihat sebagai masalah pembangunan semata, seperti untuk memenuhi persyaratan agar USK menjadi sebuah badan usaha.

“Bagi saya, tidak boleh dengan dalih pembangunan untuk mengejar status tertentu, Rektor Universitas Syiah Kuala mengenyampingkan sejarah, warisan, semangat dan milai-nilai yang terkandung di balik berdirinya Kopelma Darussalam,” ujar Hendra.

Dirinya mewakili pimpinan DPRA berjanji akan segera menyurati Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) untuk meminta kejelasan lebih lanjut terkait penggusuran tersebut. Hal itu menyangkut kehormatan, khususnya terhadap para pendahulu yang ikut memperjuangkan berdirinya Kopelma.

“Ini soal penghormatan dan penghargaan bagi guru-guru kita, orang-orang tua kita yang telah berjuang dan berjasa terhadap berdirinya Kopelma Darussalam ini,” kata Hendra.

Pertemuan itu juga mendiskusikan tentang sejarah, semangat dan latar belakang berdirinya Kopelma yang dipaparkan oleh perwakilan dari Warga Kopelma Darussalam.

Dalam pertemuan itu pula, Hendra menyebutkan bakal segera menyurati Rektor USK untuk memintai kejelasan soal penggusuran tersebut.

Total
6
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

NIK Warga Tak Berfungsi, Ombudsman Lapor ke Kemendagri

Next Article
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy.

Polda Selidiki Dugaan Investasi Bodong di Yalsa Boutique

Related Posts