Ibu yang Dipenjara Bersama Bayinya Dipastikan Bebas 14 Maret 2021

Foto: Dok. Mulyadi

Anggota Komisi III DPR RI Nazaruddin Dek Gam mengunjungi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu (7/3). Kedatangannya tersebut untuk memastikan pembebasan Isma Khaira dan bayi yang ditahan karena melanggar UU ITE.

Dek Gam bersama rombongan tiba di Rutan Lhoksukon pukul 14.00 WIB, mereka disambut langsung oleh Kepala Lapas Lhoksukon, Yusnadi. Setiba di rutan, Dek Gam langsung masuk ke kamar tahanan perempuan yang dihuni Isma bersama bayinya.

Dalam kesempatan itu, politisi PAN itu juga memberikan sedikit santunan kepada Isma dan bayinya, agar anak tersebut selama di penjara mendapatkan asupan gizi terbaik selain ASI.

Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin (Dek Gam) berkunjung ke Rutan Lhoksukon, Aceh Utara. Dok, istimewa

Dek Gam mengatakan,  kunjungannay itu  khusus untuk memastikan pembebasan Isma bersama bayinya melalui program asimilasi Covid-19.

“Kunjungan hari ini dalam rangka kemanusiaan, saya merasa sedih saat mengetahui kabar masyarakat saya (Aceh) kondisi seperti ini (di penjara bersama bayi,” kata Dek Gam, dalam keterangannya Senin (8/3/2021).

Wakil Ketua Umum DPP PAN ini, mengaku, telah menghubungi Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kemenkumham, dan Kakanwil Aceh, untuk memastikan kalau ibu dan bayi itu bisa ikut program asimilasi Covid-19.

“Allhamdulillah saya pastikan tanggal 14 Maret 2021, ibu (Isma) ini akan bebas, serta berharap ke depan tidak ada lagi kejadian yang serupa,” ujarnya.

Berkaca dari kasus Isma, Dek Gam meminta, ke depannya diharapkan aparat kepolisian terlebih dahulu memberikan peringatan atau surat pernyataan terkait kasus-kasus seperti ini. Dikarenakan, masih bisa dilakukan mediasi oleh pihak kecamatan atau instansi terkait, sehingga tidak langsung di P21 kan.

“Jika sudah seperti ini, semua rugi, ibu ini rugi dan negara juga rugi. Cukup kejadian ini jangan ada lagi anak bayi di penjara,”pungkasnya.

Total
4
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Perusahaan Asal UEA Investasi Rp 7 Triliun Kembangkan Pariwisata di Singkil

Perusahaan Asal UEA Investasi Rp 7 Triliun Kembangkan Pariwisata di Singkil

Next Article

Virus Corona asal Inggris Belum Terdeteksi di Aceh

Related Posts