Ini Penjelasan Dinas Terkait Ayam KFC di Lhokseumawe Tidak Layak Konsumsi

Berdasarkan hasil dari Badan Veteriner ini yang tidak layak dagingnya, jadi kalau udah digoreng bisa dikonsumsi. Jadi surat yang diajukan ke Manajemen KFC itu untuk memperbaiki sanitasi dengan mencuci daging menggunakan air uang steril.

Waktu Baca 4 Menit

Ini Penjelasan Dinas Terkait Ayam KFC di Lhokseumawe Tidak Layak Konsumsi
Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DPPKP) Kota Lhokseumawe, Ir. Mehrabsyah (kanan) dan Kabid Pertenakan drh. Afriza (kiri)

LHOKSEUMAWE, READERS – Warga Kota Lhokseumawe dan sekitarnya dihebohkan dengan surat hasil pengujian sampel ayam KFC Lhokseumawe yang tidak layak dikonsumsi. Surat tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Kota setempat melalui Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan pada 10 Mei 2022.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dan Uji labortarium oleh Balai Veteriner Medan pada sampel daging ayam usaha restaurant cepat saji KFC Lhokseumawe ditemukan beberapa jenis bakteri seperti e.coli,sp, salmonella, sp dan staphylococcus, sp yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya antara lain, sakit kepala, mual, muntah, diare, dan typus. Sehingga tim ahli kesehatan dan Labortarium Balai Veteriner Medan  (berkesimpulan bahwa dagang ayam yang tercemar bakteri tersebut tidak layak dikonsumsi.

Berkenaan hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 95 tahun 2012 tentang kesehatan masyarakat veterien dan kesehatan hewan bahwa diharapkan kepada saudara untuk memperbaiki sanitasi dan higienitas sarana dan prasana pada restaurant cepat saji sesuai dengan prosedur dan tata kelola yang berlaku. 

Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DPPKP) Kota Lhokseumawe, Ir. Mehrabsyah kepada READERS.ID, Jumat (13/05/2022), membenarkan terkait surat tersebut.

“Terkait hasil pengujian sampel di Restaurant KFC Lhokseumawe, berdasarkan laporan hasil pengujian yang disampaikan Balai Veteriner Medan pada 26 April 2022. Sedangkan hasil tersebut kami terima pada 9 Mei 2022,” katanya.

Dia menyebutkan surat itu diberikan kepada manajemen Restaurant KFC dengan meminta untuk memperbaiki sanitasi dan higienitas sarana dan prasana sesuai tata kelola prosedur berlaku.

“ini bersifat pembinaan saja,” katanya.

Sedangkan Kabid Pertenakan drh. Afriza mengatakan sebenarnya tugas Badan Veteriner ini memeriksa daging bahan, bukan memeriksa hasilnya. Setelah diperiksa daging didalamnya tidak ada Residu serta tidak ada bahan kimia lainnya, kebetulan hasil dagingnya bersih dan higenis

Jadi maksudnya di sini daging yang sudah dicuci kemudian di uji kembali ternyata mengadung e.coli,sp dan salmonella, sp. Dengan demikian, bakteri itu bukan berasal dari daging, melainkan dari air. Jadi kalau udah digoreng bakterinya sudah mati dan bisa dikonsumsi.

“Berdasarkan hasil dari Badan Veteriner ini yang tidak layak dagingnya, jadi kalau udah digoreng bisa dikonsumsi. Jadi surat yang diajukan ke Manajemen KFC itu untuk memperbaiki sanitasi dengan mencuci daging menggunakan air uang steril,” ujarnya.

Sementara itu, Manager KFC Cabang Lhokseumawe Hari Pratama, mengatakan pihaknya menerima surat dari DKPP itu kemarin sore, Kamis (12/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Namun terkait hal lain bahwa dirinya tidak ada kewewenangan untuk menyampaikannya yang berkenaan isi surat tersebut.

"Kami masih berkoordinasi dengan pihak manajemen pusat. Intinya kita belum bisa memberikan klarifikasi dari isi surat itu, masih menunggu arahan pihak manajemen," jelasnya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...