Inong, Bayi Gajah Liar yang Diselamatkan dari Kubangan Akhirnya Mati

Inong, Bayi Gajah Liar yang diselamatkan dari Kubangan Akhirnya Mati
drh. Rosa Rika Wahyuni, seorang dokter hewan di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang ditempatkan di Pusat Konservasi Gajah (PKG), Saree, Aceh Besar dan berstatus sebagai tenaga kontrak. Adam Zainal | readers.ID

Seekor bayi gajah Sumatera bernama Inong yang sempat diselamatkan dari kubangan di Desa Panton Bunot, Kecamatan Tiro, Pidie dikabarkan mati.

Bayi gajah yang sebelumnya diselamatkan dalam kondisi lemas dan penuh luka dari kawasan hutan Gampong Panton Bunot itu menghembuskan nafas terakhirnya di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Saree, Aceh Besar.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, menyebutkan meski sempat mendapat perawatan dan kondisinya mulai membaik.

BACA JUGA:

Dijaga Induknya Saat Tim Evakuasi Anak Gajah Terjebak di Lumpur

Menanti Bayi Gajah Sumatera Kembali Lincah

Namun tiba-tiba kondisi kesehatan Inong menurun pada tanggal 1 dan 2 Maret. Hingga akhirnya mati pada Rabu (3/3/2021) pukul 06:00 WIB di PKG Saree Aceh Besar.

“Pada hari Rabu tanggal 3 Maret 2021 sekitar jam 06.00 pagi telah terjadi kematian bayi Gajah Sumatera (diberi nama Inong) yang sedang dalam perawatan intensif di PKG Saree Aceh Besar,” kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Readers.ID, Jumat (5/3/2021).

Sebelumnya, Inong diselamatkan oleh sejumlah warga bersama tim BKSDA Aceh dan beberapa instansi terkait lainnya pada 9 Februari 2021. Saat itu kondisinya sangat lemah, luka dan sebagian tubuh mengalami kelumpuhan akibat setelah hampir seminggu terjebak dalam kubangan.

Agus juga menjelaskan, setelah mendapatkan perawatan intensif dari pihak PKG Saree. Inong mengalami perkembangan yang signifikan, satwa mulai bisa bergerak di mana sebelumnya usai dievakuasi tidak dapat bergerak sama sekali. Di hari puncak, kata Agus, Tim medis terus berupaya melakukan treatmen sampai akhirnya Inong menghembuskan nafas terakhir.

Agus mengatakan, setelah dipastikan mati, tim medis dari BKSDA Aceh melakukan bedah bangkai atau nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian.

BACA JUGA:

Tanpa Air Susu Induk Bayi Gajah Sulit Bertahan

drh Rosa, Ibu Bagi Bayi Gajah di Aceh

Hasil nekropsi menunjukkan, kematian Inong disebabkan karena masalah pada organ jantung, dimana konsistensi otot jantung mengeras dan dinding atrium kiri mengalami penebalan.

“Sehingga mengakibatkan penyempitan ruang atrium kiri dan jantung kesulitan memompa darah,” jelasnya.

Tidak hanya itu, penyebab kematian Inong juga disebabkan karena gangguan pada sistem pencernaan, dimana ditemukan hemoragi pada penggantung usus (mesentrium).

“Serta Abmormalitas pada tulang kaki dan persendian kaki depan kiri karena dislokasi,” kata Agus.[acl]

Total
3
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Protes KLB Demokrat, SBY Disebut akan Demo ke Istana

Protes KLB Demokrat, SBY Disebut akan Demo ke Istana

Next Article
Caketum Demokrat Versi KLB: Moeldoko hingga Yahya Sacawiria

Kader Demokrat Sambut Moeldoko di Bandara Minta Pulang ke Jakarta

Related Posts