Isma Khaira Bakal Dapat Asimilasi Covid-19

Ilustrasi UU ITE. ©2015 Merdeka.com

Isma Khaira (32), narapidana wanita yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lhoksukon, di Kabupaten Aceh Utara bersama bayinya berusia enam bulan, dikabarkan bakal mendapatkan asimilasi Covid-19 dalam waktu dekat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Aceh, Heni Yuwono mengatakan, asimilasi itu bisa diberikan mengingat masa kurungan yang harus dijalani ibu rumah tangga tersebut di bawah enam bulan sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 tahun 2020.

Selain itu, narapidana wanita warga Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara itu juga dikatakan hampir menjalani setengah dari masa tahannnya.

“Ibu itu nanti, karena pidananya di bawah enam bulan dan untuk selama Covid-19 ini yang bersangkutan bisa mendapatkan asimilasi berdasarkan Permenkumham Nomor 32 tahun 2020. Itu nanti yang bersangkutan akan diberikan asimilasi,” kata Heni, ketika dikonfirmasi readers.ID, pada Selasa (2/3/2021).

BACA JUGA: Jeritan Seorang Ibu di Aceh Divonis 3 Bulan Penjara Karena UU ITE

Sebelumnya diberitakan, Isma Khaira diputuskan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon karena melakukan tindak pidana dengan sengaja mentransmisikan dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Ia dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) usai dinyatakan telah melakukan pencemaran nama baik seorang keuchik (kepala desa) melalui media sosial, Facebook.

Narapidana wanita berusia 32 tahun itu, dikatakan Heni telah menjalani masa tahanan rumah selama 21 hari sebelum dijatuhkan vonis selama tiga bulan oleh majelis hakim dan dieksekusi pihak jaksa ke Lapas.

“Setelah kita hitung, dipotong tahanan selama 21 hari sehingga ibu itu tinggal menjalankan pidana dua bulan sembilan hari,” ungkapnya.

Melihat sisa masa tahanan dan kasus yang dilakukan Isma tidak bertentangan dengan pasal tentang Syarat Pemberian Asimilasi pada Permenkumham Nomor 32 tahun 2020, maka narapidana wanita ini diperkirakan bisa mendapatkan asimilasi di pertengahan Maret 2021 mendatang.

“Jadi yang bersangkutan di pertengahn bulan ini sekitar tanggal 10-an sudah bisa kita asimilasikan ke rumah untuk menjalani asimilasi di rumahnya,” ujar Heni.[acl]

Total
7
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

9 Rumah di Aceh Tengah Hangus Terbakar

Next Article

Mengenang Nasir Zalba, Sosok Penjaga Kerukunan Umat Beragama di Aceh

Related Posts