ISYEF Aceh Gelar Diskusi Membahas Milenial dan Ekonomi Syariah

ISYEF Aceh Menggelar Diskusi
Silaturahmi dan diskusi ‘Milenial dan Ekonomi Syariah’, yang diselenggarakan ISYEF Aceh, Minggu (7/2/2021) di VIP Room Cafe 3in1, Lampineung, Banda Aceh.

Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) Aceh menggelar silaturahmi bersama pengurus sekaligus diskusi membahas tema ‘Milenial dan Ekonomi Syariah’, Minggu (7/2/2021) di VIP Room Cafe 3in1, Lampineung, Banda Aceh.

Dalam diskusi yang diadakan secara hybird (online dan offline) ini, hadir Pembina ISYEF dan juga Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia, Arief Rosyid. Selain itu juga hadir Ketua Umum ISYEF Atras Mafazi, Ketua ISYEF Aceh M Fauzan Febriansyah, pakar keuangan Islam UIN Ar-Raniry Hafas Furqani, dan Founder Keyvan.di, Muhammad Akramullah.

Arief Rosyid membuka diskusi dengan memaparkan sejumlah agenda syariah yang telah dimulai dari Aceh. Menurut dia, harus ada pergerakan nyata untuk menjemput kebangkitan ekonomi umat. Apalagi saat ini sekitar 50 juta penduduk Indonesia menjadi potensi market size syariah untuk ekosistem digital.

“Karena itu Bank Syariah Indonesia memiliki potensi basis customer yang cukup besar,” ucap Arief.

Sementara itu, Ketum ISYEF, Atras Mafazi menjelaskan agenda kerja-kerja ISYEF yang nantinya akan sejalan dengan agenda besar keuangan syariah. Ada empat hal yang akan dikembangkan di seluruh kepengurusan ISYEF yang ada di Indonesia.

Pertama yakni Isyef Point, yang berbasis bisnis dengan pendekatan mesjid. Di sini, kata Atras, akan dikembangkan usaha anak muda yang berbasis mesjid. Lalu kedua, Isyef Farm yaitu pengembangan usaha peternakan dan pertanian di seluruh Indonesia.

Ketiga, Isyef Preaneur. Program ini memberikan pendidikan secara menyeluruh kepada anak muda. Keempat, ISYEF juga concern pada program-program sosial kepada masyarakat.

Ketua ISYEF Aceh, M Fauzan Febriansyah.

Ketua ISYEF Aceh, M Fauzan Febriansyah, menjelaskan diskusi hari ini merupakan bagian dari penguatan materi kepengurusan ISYEF Aceh sebelum menyelenggarakan ‘Simposium Nasional ISYEF Aceh’ di Takengon pada akhir bulan Februari 2021 nanti.

Adapun tema simposium ini adalah ‘Meneropong Kebangkitan Ekonomi Ummat; Peluang dan Tantangan Implementasi Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah di Aceh’.

Narasumber pakar keuangan Islam UIN Ar-Raniry, Dr. Hafas Furqani dalam materinya mengatakan diskusi yang diselenggarakan oleh ISYEF Aceh merupakan momentum konsolidasi ekonomi umat.

Akademisi UIN Ar-Raniry, Hafas Furqani (tengah).

Ia juga menjelaskan tentang  Provinsi Aceh sebagai daerah yang mendapatkan otonomi khusus penerapan Syariat Islam dari tahun 2001, serta turunannya dalam Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA).

“Kini Aceh berpeluang menjadi kiblat ekonomi syariah di Indonesia dengan adanya Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Di dalam qanun tersebut juga dijelaskan secara terperinci tentang islamisasi lembaga keuangan di Aceh yang meliputi perbankan, pasar modal, asuransi, koperasi, leasing, pengelolaan dana pensiun dan fintek,” terang Hafas.

Selanjutnya pendiri keyvan.id, Muhammad Akramullah berharap keuangan syariah harus bersifat universal, agar dapat diterapkan di manapun dan kepada siapapun.

Founder Keyvan.di, Muhammad Akramullah.

“Saya berharap ke depannya Bank Syariah Indonesia mampu masuk ke dalam 10 besar bank di dunia, mengingat populasi Islam di Indonesia yang menjadi mayoritas,” tandasnya. []

Total
7
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Instruksi Nakes wajib vaksin

Instruksi Gubernur, Tenaga Kesehatan Wajib Divaksin

Next Article

CERPEN: Perkara Dana Hibah (2)

Related Posts