Jalan Dusun Bedari Aceh Timur Rusak Parah, Warga Harus Seberang Sungai

Jalan Dusun Bedari Aceh Timur Rusak Parah, Warga Harus Seberang Sungai

Jalan lintas di Dusun Bedari, Gampong Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur rusak parah. Warga yang hendak membawa hasil panen terpaksa harus menyeberang sungai baik menuju Aceh Timur maupun Aceh Tamiang.

Seorang warga Dusun Bedari, Sabnu (43) mengaku, jalan rusak parah dan berlumpur itu sudah terjadi sejak enam tahun lalu, belum ada perbaikan. Masyarakat sudah sangat lama mengalami kesulitan akses jalan yang rusak.

“Sudah enam tahun kalau tidak salah saya, sudah kami mengusulkan semua ini, saya merasa sedih juga melihat warga yang sudah lama kesulitan seperti ini,” kata Sabnu.

Sementara itu Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry meminta agar pemerintah Aceh memberi perhatian lebih untuk daerah Bedari, Aceh Timur yang masih kurang tersentuh dari pembangunan infrastruktur.

Presiden Mahasiswa UIN A-Raniry Reza Hendra Putra mengatakan, dalam kegiatan bakti sosial yang dilakukan beberapa waktu lalu di daerah setempat. Ada hal sangat penting yang harus diperhatikan pemerintah saat ini, yaitu pembangunan akses darat menuju Desa Rantau Panjang, tepatnya ke Dusun Bedari yang masih sangat rusak dan sulit untuk dilalui.

“Dan ini salah satu kendala yang ada di gampong ini, yaitu bisa kita lihat salah satu akses dan satu-satunya jalan darat menuju dusun Bedari. Dan ini tidak bisa digunakan sama sekali,” kata Reza, Sabtu (30/1/2020).

Mirisnya, kata Reza jalan yang merupakan satu-satunya akses darat menuju Dusun Bedari tersebut terlihat mati total. Padahal, jalan tersebut adalah akses terdekat yang digunakan warga untuk menjual hasil pertanian ke wilayah Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Jalan Dusun Bedari Aceh Timur Rusak Parah, Warga Harus Seberang Sungai

“Jalan ini bisa kita lihat mungkin mati total. Ini lah satu-satunya akses yang yang digunakan oleh warga untuk menuju ke Aceh Tamiang atau Aceh Timur, Langsa atau lain sebagainya. Tapi apa boleh buat, warga terpaksa harus menggunakan akses sungai atau bot yang memakan waktu hingga enam jam, padahal kalau lewat darat bisa hanya dua jam,” sebut Reza.

Seharusnya, kata Reza, pemerintah memprioritaskan pembangunan pada tempat-tempat pedalaman dan pelosok seperti di dusun bedari. Minimalnya, pada akses jalan darat dilakukan proses pengerasan atau pengaspalan. Sehingga ekonomi masyarakat terpencil bisa semakin membaik.

Sebab itu, Reza itu berharap kepada pemerintah agar melakukan survei dan turun langsung ke lapangan, kemudian memprogramkan pembangunan ke Desa Rantau Panjang, khususnya ke Dusun Bedari.

“Tahun ini harus ada program perbaikan jalan, jika memang tidak bisa tahun ini, tahun depan itu wajib bagi pemerintah Aceh, Pemerintah Aceh Timur untuk segera memperbaiki kondisi-kondisi untuk mensejahterakan rakyat atau masyarakat-masyarakat di pedalaman,” harap Reza.[acl]

Total
8
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Gempa 4,5 Magnitudo Guncang Pidie Jaya

Next Article

Gempa Dangkal di Aceh karena Aktivitas Sesar Lokal

Related Posts