Jelang Imlek, Vihara Dharma Bhakti Mulai Bersolek

Vihara Dharma Bhakti mulai berbenah jelang Perayaan Imlek 2572, Senin (8/2/2021). Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID

Menjelang perayaan tahun baru Imlek 2572 yang akan diperingati pada 12 Februari 2021 nanti, Vihara Dharma Bhakti, di Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh kini mulai bersolek.

Amatan readers.ID di lokasi, pengurus wihara tampak mulai membersihkan sejumlah patung dewa, tempat pembakaran dupa, serta mulai menyediakan beberapa stok lilin, dupa, lampion, maupun perlengkapan lainnya untuk beribadah.

“Kalau kita sebagai petugas wihara, memang setiap tahun harus bersih-bersih,” kata Sekretaris Yayasan Vihara Dharma Bhakti, Gho Ching San atau Hasan, saat dijumpai, pada Senin (8/2/2021).

Perayaan Imlek tahun ini, kata Hasan, akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 yang masih mewabah di Indonesia, termasuk di Aceh sangat mempengaruhi jumlah jemaat beribadah nantinya.

Keadaan ini kemudian membuat kunjungan ke wihara yang memiliki 400-an jemaat akan berkurang. Sebab, sebagian jemaat enggan untuk datang beribadah.

“Sekitar 20 persen kemungkinan, karena yang berusia tua itu tidak berani keluar. Ini mungkin pengunjungnya nanti yang muda-muda. Udah pasti kurang memang. Apalagi yang dari Medan ataupun Jakarta tidak berani pulang,” ujarnya.

Hasan menyampaikan, ketika malam dan hari Perayaan Imlek nanti, pihaknya tidak membatasi jumlah jemaat yang datang. Akan tetapi, ada beberapa kegiatan yang mungkin tidak dilaksanakan dalam perayaan tersebut.

“Kecuali nanti di hari kesembilan. Biasanya ada pemilihan ketua wihara dan ada acara makan-makan, namun tahun ini tidak dibenarkan melakukan itu,” imbuhnya.

Agar pelaksanaan ibadah di Vihara Dharma Bhakti tetap berjalan dengan baik, maka pengurus mengimbau kepada jemaat yang akan datang untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 demi mencegah penyebaran virus tersebut.

Vihara Dharma Bhakti merupakan salah satu wihara tertua di Aceh yang sudah ada sejak 1878. Wihara ini awalnya terletak di kawasan pesisir Pantai Cermin, Gampong Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Perang Dunia yang sempat berkecamuk membuat tempat peribadatan umat Budha tersebut pada 1936 dipindahkan ke lokasinya saat ini.

Total
8
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Rektor USK Ingatkan Sekolah Tak Jurang Beri Nilai Siswa

Rektor USK Positif Corona

Next Article

Tim Gabungan Polda Aceh Periksa Kapal Pesiar asal Rusia

Related Posts