Kadin: 3.000 Perusahaan Daftar Vaksin Mandiri Covid-19

Seorang Nakes di Banda Aceh Masuk Rumah Sakit Usai Divaksin
Seorang vaksinator sedang mempersiapkan untuk menyuntik vaksin Sinovac untuk sejumlah tenaga kesehatan di RSUZA, Banda Ace, Senin (15/2/2021). Hotli Simanjuntak | readers.ID

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan lebih dari 3.000 perusahaan telah mendaftar dalam program vaksin mandiri covid-19 hingga Selasa (16/2/2021).

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menyebut angka tersebut akan terus bertambah hingga pendaftaran ditutup pada Rabu (17/2/2021).

“Sudah lebih dari 3.000 perusahaan yang mendaftar,” kata Shinta kepada CNNIndonesia.com, Selasa (16/2/2021) dikutip dari CNNIndonesia.

Terkait skema penyuntikan, Shinta mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Yang jelas, vaksin covid-19 yang digunakan bukan racikan Sinovac.

“Vaksinnya tidak boleh sama dengan Sinovac, harus beda, jadi bukan Sinovac,” lanjut dia.

Secara terpisah, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani menyebut negosiasi pengadaan vaksin antara pelaku usaha dan sejumlah produsen global masih berlangsung.

Rosan mengatakan vaksin mandiri ditujukan bagi karyawan dan keluarganya. Program juga akan menjangkau masyarakat di sekitar tempat industri di lokasi-lokasi khusus, seperti pertambangan.

Walaupun belum mengetahui harga pasti vaksin mandiri, namun harapannya harga tidak melebihi Rp1 juta per dosis.

“Tapi kami masih menunggu bagaimana aturan dari pemerintah saja,” ujarnya seperti dikutip dari publikasi situs web Kadin Indonesia.

Sebelumnya, Kadin Indonesia membuka program vaksinasi covid-19 jalur mandiri. Program tersebut diperkirakan bisa menjangkau minimal 20 juta pekerja di sektor formal.

Rosan mengatakan pendaftaran bagi perusahaan yang berminat mengikuti program tersebut dibuka hingga 17 Februari mendatang.

“Total 40 persen dari angkatan kerja yang jumlahnya 130 juta orang adalah 52 juta orang. Sehingga, kemungkinan yang ikut adalah setengahnya, yakni sekitar 26 juta orang, atau setidaknya 20 juta pegawai,” ujarnya dikutip dalam keterangan resmi, beberapa waktu lalu.[acl]

Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
AHY Sambangi Prof Subur Budhisantoso

AHY Sambangi Prof Subur Budhisantoso

Next Article
Hari Ini Tiga Kali Diguncang Gempa di Aceh

Hari Ini Tiga Kali Diguncang Gempa di Aceh

Related Posts