Kasus Pemuda Perakit Senjata di Aceh Jaya, Diselesaikan Secara Restorative Justice

Polisi melakukan uadiensi terkait pembebasan Riski, pemuda Aceh Jaya yang merakit senjata secara otodidak. Dok. Istimewa

Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melakukan penerapan Keadilan Restorativ (Restorative Justice) terhadap Riski Fajar Ramadhan (25), pemuda Aceh Jaya yang sempat diamankan petugas beberapa waktu yang lalu karena diduga merakit senjata api.

Kapolres Aceh Jaya AKBP Harlan Amir, mengatakan, dalam penyelesaian kasus tersebut aparat penegak hukum melakukan penerapan keadilan restorative dan saat ini yang bersangkutan sudah dibebaskan.

Pembebasan Riski dilakukan setelah melalui penyelidikan, Profiling dan Tracking Track Record yang bersangkutan oleh Sat Intelkam dan Reskrim. Hasilnya, diketahui Riski tidak terlibat dan terafiliasi dengan kelompok tertentu yang radikal.

“Setelah kita lakukan penyelidikan Profiling dan Tracking Track Record yang bersangkutan, hasilnya  tidak terlibat dan terafiliasi dengan kelompok tertentu yang radikal,” kata AKBP Harlan Amir, Kamis (25/2/2021) dalam keterangannya.

Oleh sebab itu,  pihak Kepolisian melakukan penerapan keadilan Restorative Justice, karena tidak ditemukan indikasi untuk menyakiti orang lain maupun hal-hal radikalisme.

Lebih lanjut, Harlan mengungkapkan, menurut keterangan saksi bahwa Riski memiliki keahlian dalam merakit, mengingat dirinya lulusan D3 Teknik Mesin, sehingga banyak melakukan ekspirimen baik merakit drone maupun kreativitas lainnya.

“Keahliannya itu disounding dengan media sosial atau youtube sehingga mampu merakit senjata maupun Drone serta keahlian lainnya yang tujuannya hanya untuk eksprimen,” ujarnya.

Harlan juga mengatakan,  pembebasan Riski mendapat jaminan dari pihak keluarga, Keucik dan Anggota Dewan dengan catatan yang besangkutan masih dapat dibina. Serta diarahkan ke arah kegiatan yang lebih positif dan produktif untuk kemajuan masyarakat di desanya.

Pembebasan tersebut dilakukan dikarenakan juga azas manfaat hukum dan keadilan masyarakat lebih utama dibandingkan jika yang bersangkutan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Karena penegakan hukum merupakan upaya terakhir (Ultimum Remidium) sebagaimana kebijakan Kapolri.

“Walaupun demikian, Polres Aceh Jaya akan tetap memonitor dan memastikan bahwa yang bersangkutan dapat menyalurkan keahliannya untuk kepentingan dan kemajuan desanya ke arah yang positif,” pungkasnya.

Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Ingat! Medsos Kini Dipantau Polisi

Ingat! Medsos Kini Dipantau Polisi

Next Article

Pakar Investasi: Pahami Risiko Sebelum Keluarkan Uang

Related Posts