Kematian Ibu dan Anak di Aceh Timur Ada Hantaman Benda Tumpul di Tengkorak

Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dalam Rumah
Foto Ist

Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur mengumumkan hasil sementara autopsi dari jasad Siti Fatimah (57) dan anaknya berusia 15 tahun, yang ditemukan tewas di dalam kamar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Timur, AKP Dwi Arys mengatakan, kematian keduanya disebabkan karena hantaman benda tumpul.

Itu berdasarkan hasil pendampingan yang dilakukan oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur saat dilaksanakan autopsi terhadap jasad keduanya di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

“Tidak ditemukan luka akibat benda tajam,” kata Dwi, pada Rabu (17/2/2021).

BACA JUGA: Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dalam Rumah

Autopsi pada jasad Siti Fatimah, tengkorak bagian wajah korban dikatakan hancur yang diperkirakan karena terbentur benda tumpul dan tulang iga sebelah kiri patah.

Sedangkan tengkorak kepala bagian atas anaknya yang masih berusia 15 tahun itu, pecah akibat benda tumpul. Tak hanya itu, rahang sebelah kiri juga patah.

“Diduga kematian akibat kehabisan darah dan keduanya diperkirakan meninggal di atas 72 jam saat ditemukan,” ungkap Dwi.

Meskipun demikian, pihak Sat Reskrim Polres Aceh Timur masih menunggu hasil riil yang dikeluarkan dari Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Sumatra Utara.

Barang bukti disita untuk penyelidikan berupa baju milik kedua korban serta sebuah anting sebelah kanan milik anak Siti Fatimah yang ikut tewas.

Hingga kini polisi telah meminta keterangan dari 10 saksi terkait kasus tersebut, sedangkan pelaku masih penyelidikan.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu dan anak warga Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, ditemukan tewas bersimbah darah dalam rumah, pada Senin (15/2/2021), sekira pukul 12.30 WIB.

Jasad keduanya ditemukan di dalam kamar oleh warga yang mendobrak masuk rumah rumah korban.

Kematian keduanya baru diketahui setelah kecurigaan menantu korban karena tak kunjung melihat meruta serta adik iparnya selama beberapa hari.[acl]

Total
6
Shares
1 comment

Tinggalkan Balasan

Previous Article
DPRA: Polemik Pilkada 2022 Perlu Perkuat Komunikasi dengan Pusat

DPRA: Polemik Pilkada 2022 Perlu Perkuat Komunikasi dengan Pusat

Next Article
Angka Kemiskinan Aceh Harus Dilihat dari Perspektif Pandemi

Bappeda Aceh: Angka Kemiskinan Aceh Harus Dilihat dari Perspektif Pandemi

Related Posts