Khidmatnya Perayaan Imlek di Aceh

Seorang pria paruh baya keluar dari salah satu ruangan Vihara Dharma Bhakti. Ia memegang selembar karton putih, lalu berjalan ke arah luar gedung dan menempelkan karton itu di depan gerbang.

Karton tersebut berisi gambar kartun pria memakai masker, mencuci tangan, dan gambar menjaga jarak. Dalam karton itu tertulis ‘Penerapan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19’.

Usai memastikan karton telah melekat, pria tadi kembali masuk ke dalam vihara. Jarum jam telah melewati angka 11, hanya menyisakan 30 menit lagi sebelum memasuki pukul 12.00 WIB malam.

Delapan dupa berukuran sekitar dua meter dijajarkan di atas meja. Satu dupa memiliki lingkaran besar dan tujuh  lainnya berbentuk kecil. Dupa-dupa itu lalu dibakar oleh para pengurus vihara.

“Duk! Duk! Duk!” Suara gebukan bedug, tak lama kemudian disahut dentingan lonceng tepat ketika jam menunjukkan pukul 00.00 WIB. Tanda Tahun Baru Imlek 2572 telah tiba.

Para pengurus vihara lalu mengambil delapan dupa yang telah dibakar. Mereka kemudian melakukan gerakan penyembahan kepada beberapa patung dewa yang berada di dalam ruang kaca. Mereka berdoa dan menyampaikan harapan untuk tahun Kerbau Logam dalam tradisi Tionghoa.

Jemaat yang berkunjung ke vihara Jumat (12/2/2021) dini hari di Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, satu per satu terus berdatangan. Namun, tak seramai jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda.

“Sebenarnya kalau untuk perayaan Imlek setiap tahun sama, cuma untuk tahun ini bedanya karena adanya pandemi Covid-19,” kata Ketua Yayasan Dharma Bhakti Kota Banda Aceh, Yuswar.

Perayaan Imlek tahun ini, sebut Yuswar, sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Guna mencegah penyebaran Covid-19, pihaknya memang mengimbau kepada warga agar beribadah di rumah saja. Tetapi, juga tak dilarang jika ingin datang ke vihara.

Selain itu, warga etnis Tionghoa juga diminta untuk tidak membuat perayaan yang mengundang keramaian, seperti penampilan barongsai, pembagian ampau, hingga menerima kunjungan (open house) di masing-masing rumah jemaat.

“Di tahun ini sesuai dengan anjuran dari pemerintah bahwasanya kita tidak meriah sekali tetapi tetap khidmat untuk merayakannya,” ucapnya.

Shio Kerbau Logam pada Imlek tahun ini, dimaknai Yuswar, sebagai upaya manusia untuk menjadi sosok yang kuat dan ulet serta bekerja keras, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Oleh karena itu, semua harus banyak bersyukur karena masih diberikan kesehatan hingga bisa merayakan Imlek tahun ini dan merenungkan agar tahun yang akan datang lebih baik lagi.

“Di tahun ini kita memang harus kerja keras karena masa pandemi ini,” ujarnya.

Meski tidak diwajibkan beribadah di vihara ketika malam pergantian tahun baru Imlek, Hasan salah seorang warga Tionghoa di Kota Banda Aceh, tetap memilih berdoa di Vihara Dharma Bhakti. Itu dilakukannya karena telah berjanji kepada sang dewa.

“Saya sendiri tahun ini rezeki kita banyak. Kayak misalnya setiap kita beribadah itu sudah ada perjanjian, misalnya tahun ini kalau saya sukses saya akan menyembah dan ucapan terima kasih sebagai ucapan syukur,” kata Hasan.

Hasan pun banyak bersyukur jika di tahun Imlek sebelumnya ia mendapatkan banyak rezeki. Oleh karena itu dirinya pun berharap di tahun ini bisa bekerja lebih giat lagi dan tidak meninggalkan ibadah sebagai bentuk syukur.

Selain Hasan, harapan agar adanya perubahan di tahun Imlek 2572 juga disampaikan Felicia. Wanita ini begitu khusyuk berdoa di hadapan patung sang dewa.

Secara umum ia menyampaikan keinginannya pada tahun ini, yakni agar wabah Covid-19 segera berlalu dari Indonesia.  Khususnya di Aceh, agar masyarakat bisa bekerja seperti biasanya lagi.

“Saya berharap ya supaya pandemik cepat lewat, ya kalau untuk ekonomi misalnya masyarakat kecil semoga bisa lancar. Untuk pemerintah diminta keadilannya semua,” kata Felicia.

Hal senada juga disampaikan oleh Silvia. Ia berdoa tahun ini semua orang diberikan kesehatan dan ekonomi masyarakat bisa kembali normal.

“Semoga virus cepat berlalu, semoga semua diberikan kesehatan dan semua rezekinya lancar,” Silvia.

Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Foto Feature: Perayaan Tahun Baru Imlek

Next Article

Tingkat Kepatuhan Masyarakat Aceh Pakai Masker Menurun

Related Posts