KMP Aceh Hebat 1 Bantu Mengurangi Antrian Panjang

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, Mulyawan Rohas. Foto: Humas Pemprov Aceh.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, Mulyawan Rohas, menjadi salah satu penumpang yang ikut dalam rombongan penyeberangan perdana Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 1, yang berangkat dari Pelabuhan Calang ke Pelabuhan Kolok Simeulue, Selasa 9/3 sore.

Atas nama pribadi dan masyarakat Simeulue, Mul Rohas berterimakasih kepada Pemerintah Aceh yang telah membantu penyediaan transportasi laut untuk berlayar ke Pulau Simeulue.

“Sangat membantu mengurai antrian kendaraan yang mau ke Simeulue dan sebaliknya,” kata Mul Rohas di Calang.

Selama ini, kata Mul Rohas, antrian kendaraan yang hendak ke Simeulue atau kembali dari Simeulue harus antri dua hingga tiga hari. Karenanya, kehadiran KMP Aceh Hebat sangatlah membantu kelancaran arus lalulintas kendaraan dan barang ke Pulau Simeulue.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, Mulyawan Rohas. Foto: Humas Pemprov Aceh.

Pemberangkatan perdana KMP Aceh Hebat 1 ke Pelabuhan Kolok, Pulau Simeulue mendapatkan antusiasme yang tinggi dari penumpang. Kapten kapal mengatakan, lebih dari 60 persen manifest kapal yang berangkat dari Pelabuhan Calang itu terisi.

Keberangkatan KMP Aceh Hebat 1 dilepas langsung oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Ia mengatakan,  antusiasme masyarakat untuk menggunakan transportasi milik masyarakat Aceh itu terbilang tinggi. Di mana, saat pandemi saja, lebih dari 60 persen kapasitas kapal terisi. Bahkan kendaraan yang terisi di dek bawah juga hampir penuh.

“Dengan publikasi dan sosialisasi kawan-kawan (wartawan), orang sudah mengenal rute penyeberangan ini. Saat covid berlalu, mudah-mudahan bisa 100 persen,” kata Nova.

Nova berpesan, ASDP sebagai operator yang mengoperasikan kapal tersebut bisa merawat kapal dengan baik. Kepada penumpang, Nova berpesan untuk selalu disiplin, khususnya tidak membuang sampah sembarangan di kapal.

Sebelumnya saat memantau arus penyeberangan Ulee Lheu-Sabang, Nova masih mendapati ketidakdisiplinan penumpang. Hal itu dikhawatirkan bisa membuat saluran-saluran yang didesain di kapal menjadi macet.

“Kapal ini milik kita. Kita harus disiplin terutama dalam hal membuang sampah. Jika tidak sulit operator merawatnya,” kata Nova.

Nova berharap dalam waktu dekat operator kapal bisa menyediakan protap bagi penumpang. Dengan demikian, penumpang bisa menerapkannya dalam pelayaran ke Pulau Simeulue tersebut.

Sementara itu, Dewi, salah satu penumpang kapal mengaku, keberadaan KMP Aceh Hebat yang melayari Calang dan Simeulue pada tiap hari pulang pergi, sangatlah membantu. Dengan demikian, armada laut yang melayani penumpang semakin banyak. [ril]

Total
3
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Aprilia Manganang Jadi Laki-laki, Kini Jadi Ajudan Jenderal

Next Article

Polda Aceh Musnahkan Barang Bukti 404,9 Kilogram Sabu 

Related Posts