KPA Tak Larang Pengibaran Bendera Bulan Bintang Saat Milad GAM

Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Muzakir Manaf, menyampaikan pihaknya tidak melarang masyarakat yang hendak mengibarkan Bendera Bintang Bulan saat milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-45, yang diperingati pada 4 Desember 2021.

“Kita tidak menyuruh dan tidak melarang,” kata Ketua KPA pusat, Muzakir Manaf, melalui jubir KPA, Azhari Cagee, Kamis (2/11/2021).

Azhari menjelaskan, alasan pihaknya tidak melarang dan tidak menyuruh pengibaran Bendera Bulan Bintang karena bendera tersebut sudah menjadi bendera Aceh, sesuai dengan Qanun Aceh nomor 3 Tahun 2013.

“Maka KPA tidak dalam kapasitas menyuruh dan melarang. Nanti kalau menyuruh dan melarang akan dianggap itu bendera KPA. Padahal itu bendera jelas bendera Aceh sesuai qanun,” ujarnya.

Menurutnya, yang berhak menindaklanjuti soal polemik bendera Aceh ialah Gubernur Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

“Untuk tahun ini secara komando pusat dan KPA wilayah Aceh Rayeuk (Aceh Besar) kita akan memperingati 4 Desember di Meureu dengan doa bersama dan santunan anak yatim serta pengukuhan struktur KPA Aceh Rayeuk,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Azhari, mereka juga meminta meminta kepada pihak keamanan agar mengedepankan cara persuasif jika ada masyarakat yang mengibarkan Bendera Bulan Bintang.

“Bila ada satu dua bendera yang dikibarkan oleh masyarakat Aceh, hendaknya bisa mengedepankan cara-cara persuasif, mungkin itu bentuk kekecewaan dari masyarakat karena belum berjalannya Qanun Nomor 3 Tahun 2013,” sebut Azhari.

“Kepada masyarakat juga kita meminta untuk terus menjaga damai yang sudah berjalan selama 16 tahun ini,” tambahnya.

Diketahui, sebagaimana instruksi Ketua KPA Pusat, para kader dan seluruh eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk menggelar peringatan milad pada 4 Desember nantinya dengan melakukan doa bersama, menyantuni anak yatim, dan berziarah ke makam para mantan pejuang GAM.

“Acara 4 Desember ya seperti tahun-tahun sebelumnya saja. Itu instruksi Mualem,” kata Azhari dalam keterangannya, Kamis (2/11/2021).

Ia menuturkan, peringatan milad GAM tersebut dilaksanakan setiap tahunnya untuk mengingatkan masyarakat pada sejarah masa lalu yang pernah terjadi dan membekas dibenak masyarakat Aceh.

“4 Desember suatu sejarah yang terjadi di Aceh, tidak bisa dilupakan. Wajib dikenang dan 4 Desember ini kita peringati seperti biasa, doa, zikir, dan ziarah,” ujarnya.[mu]

Total
15
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Foto: Istimewa

1.000 Ponpes di Aceh Terima Piagam Statistik dari Kemenag 

Next Article
Foto: Humas Pemprov Aceh]

Gubernur Serahkan Rp46,39 Triliun DIPA dan TKDD ke Daerah

Related Posts