Lemahnya Pengawasan Rutan Banda Aceh: HP Bisa Masuk ke Sel Napi

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Banda Aceh, Irhamuddin,  mengakui adanya kelemahan petugas dalam mengawasi masuknya barang-barang dari luar ke dalam Rutan.

Hal itu berdasarkan kerap ditemukannya sejumlah barang seperti handphone, dan sebagainya yang dilarang masuk ke dalam Rutan ketika dilakukan razia.

“Untuk handphone ini yang biasa kita lakukan mungkin kesilapan pegawai sehingga barangnya masuk. Itu mungkin ada kelemahan di kita,” kata Kepala Rutan Kelas II Banda Aceh, Irhamuddin, saat dijumpai di rutan pada Jumat (26/2/2021).

Dikarenakan adanya kelemahan petugas sehingga masuknya barang-barang tersebut,  kata Irhamuddin, pihaknya kemudian langsung menindaklanjutinya dengan melakukan razia rutin ke kamar-kamar yang dihuni para napi.

“Kelemahan itulah yang kemudian kita back up dengan melakukan razia-razia ini. Kita lakukan razia minimal seminggu dua kali. Kita lakukan secara acak. Itu kita lakukan supaya bisa meminimalisir barang-barang yang tidak boleh dimasukkan,” ujarnya.

Irhamuddin menyampaikan, warga binaan yang kedapatan dan terbukti menyimpan barang-barang dari luar akan diberikan sanksi, berupa isolasi ruangan serta tidak mendapatkan remisi.

Meskipun demikian, Irhamuddin mengaku, belum pernah mendapatkan adanya peredaran narkoba di dalam rutan yang terletak di kawasan Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar ini.

Untuk narkoba sendiri, biasanya pihak rutan akan bekerja sama dengan kepolisian serta Badan Narkotika Nasional setempat dalam melakukan razia.

“Namun sampai akhir ini untuk narkoba nihil, tetapi kalau handphone pasti ada,” ungkapannya.

Total
5
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Rutan Banda Aceh Kembali Bebaskan 26 Napi Lewat Asimilasi Covid-19

Next Article

Polda Aceh Temukan 150 Ton Limbah Hasil Penambangan Ilegal

Related Posts