Lima Terduga Teroris Rencanakan Aksi di Aceh

Lima Terduga Teroris Aceh
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy memperlihatkan barang bukti sitaan Densus 88 saat membekuk sejumlah terduga teroris dari berbagai wilayah di Aceh. (Foto/Humas Polda)

Banda Aceh – Dalam kurun sepekan, tim Densus 88 Antiteror Polri telah membekuk lima terduga teroris dari berbagai wilayah di Aceh.

Kepada awak media, Kepala bidang Humas Kepolisian Daerah Aceh, Kombes Winardy menceritakan kronologi penangkapan tersebut. Awalnya, tim Densus 88 dua terduga di kawasan Blang Bintang pada Rabu (20/1/2021) malam. Mereka yakni RA (41 tahun), warga Langsa Kota, dan SA alias S (30 tahun) warga Banda Baro, Aceh Utara.

Kemudian pada Kamis (21/1/2021) pagi, tim meringkus UM alias TA (35 tahun) di kawasan Simpang Tujuh, Ulee Kareng, Banda Aceh. Malamnya, Densus 88 bergerak lagi dan menangkap SJ alias AF (40 tahun) dan MY (46 tahun) di Kota Langsa.

Kelima orang tersebut, kata Winardy, diduga terlibat dalam jaringan pengebom Polrestabes Medan yang terjadi pada November 2019 silam. Tak hanya itu, mereka juga terhubung dengan jaringan terorisme yang ditangkap di wilayah Riau.

“Mereka diduga terlibat dalam pengeboman di Medan, Riau dan rencananya juga di Aceh. Mereka juga diduga hendak ke Afganistan bergabung dengan kelompok ISIS,” kata Winardy dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Sabtu lalu.

Ia juga memperlihatkan satu per satu barang bukti yang disita dari terduga teroris. Di antaranya beberapa bahan pembuat bom, potongan pipa besi hingga isi bom. Bahan-bahan tersebut seperti 1 kilogram bubuk kalium, bubuk arang dan 2.000 butir peluru besi.

Polisi juga mendapati dokumen catatan yang isinya ancaman kepada pemerintah dan TNI/Polri serta sejumlah paspor. Mereka juga menyita buku tentang ISIS, piringan cakram, flashdisk, telepon genggam, serta sejumlah peralatan olahraga seperti untuk tinju, barbel dan alat angkat berat.

Hingga kini, kelima terduga itu masih menjalani proses pemeriksaan. Kabarnya, setelah itu polisi bakal memboyong mereka di Mabes Polri, Jakarta.

“Berdasarkan undang-undang, Densus 88 memiliki waktu sampai 14 hari untuk mendalami dugaan keterlibatan kedua terduga teroris serta peranannya dalam jaringan,” pungkasnya. []

Total
7
Shares
2 comments

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Pembiayaan Infrastruktur PORA ke-XIV

Pembiayaan Infrastruktur PORA Butuh Banyak Sumber Lain

Next Article
Perempuan Terinfeksi Virus Corona

Perempuan Lebih Banyak Terinfeksi Virus Corona

Related Posts