Lima Tips Berbisnis Untuk Pelaku UKM Di Kala Pandemi

Pekerja mendistribusikan pisang di Pasar Lambaro. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID

Pandemi wabah virus corona tidak hanya banyak memakan korban jiwa, tapi juga ekonomi. Kendati demikian, ada beberapa usaha yang masih bisa dijalani walau hanya berada di dalam rumah.

Industri UKM (Usaha Kecil Menengah) menjadi salah satu faktor pendorong lahirnya sharing economy di Indonesia.

“Stay at home economy ditandai dengan pergeseran perilaku masyarakat dalam bertransaksi yang serba daring dan meningkatnya permintaan berbagai produk pendukung aktivitas masyarakat di rumah, seperti makanan beku atau kriya interior,” ucap CMO Ninja Xpress Andi Djoewarsa, dilansir dari Antara, pada Rabu (21/9/2021).

Untuk mencapai kesuksesan, para pelaku usaha juga diharuskan memiliki daya saing yang kuat dan juga semangat yang tinggi. Untuk mencapai itu semua, terdapat beberapa tips yang bisa dijalankan sebagai berikut:

1. Ciptakan ide yang kreatif
Ide lahir karena adanya pergerakan yang dilakukan oleh pelaku usaha itu sendiri. Ide tidak akan muncul jika kita hanya menunggu tanpa ada usaha dan kemauan dari diri untuk bergerak mendapatkan ide. Ide kreatif bisa kita ciptakan lewat riset yang tepat.

2. Berkenalan dengan diri sendiri
Dalam hidup ini, kuncinya adalah kenal jati diri kita sendiri dulu; ini juga berlaku ketika kita ingin sukses berbisnis; karena pada dasarnya apapun yang kita jual, sesungguhnya kita sedang “menjual” diri kita.

3. Jalani prinsip happynomics
Berbisnislah dengan azas happynomics: dilakukan dengan happy (senang), bernilai ekonomi, dan secara alami bisa dibayar mahal.

4. Dobrak pola pemikiran lama dan eksekusi sesuai pakem
Ada proses iteration yang berawal dari mencari ide, kemudian disortir, dan dari proses ini akan mendapatkan gambaran baru untuk mendapat hasil yang layak yang dapat dijalankan.

5. Lupakan passion sejenak
Di saat krisis seperti ini, jangan melihat passion terlebih dahulu, kita harus bertahan dengan melakukan hal lain secara kreatif dan secara produktif. Intinya, bagaimana kreativitas kita ini bisa menjadi nilai tambah untuk pelanggan.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Lebih Empat Ribu Pasien Covid-19 di Aceh Masih Dirawat

Next Article

Foto Feature: Vaksinasi Kolaborasi

Related Posts