OPINI | Manusia Kuat Itu Bernama AHY, Selamat Datang di Tanah Rencong

Jika KLB Demokrat Sukses, Bagaimana Nasib Panggung Politik AHY?
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: instagram/agusyudhoyono/

Senin (1/2/2021) lalu, publik dikejutkan sebuah kabar tak sedap menerpa partai berlambang mercy. Bagai petir di siang bolong, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers kala itu menyampaikan adanya gerakan politik yang mengarah pada pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.

AHY dalam kesempatan itu menyebut, kudeta ini melibatkan pejabat penting pemerintahan yang berada dalam lingkar kekuasaan. Sangat menyengat memang, namun angin segar datang saat para pimpinan DPD/DPC se-Indonesia menyampaikan gelombongan dukungan dan berjanji untuk tetap solid di bawah kepemimpinan AHY.

Isu kudeta semakin nyata kala Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief membongkar daftar hadir buku tamu wacana kudeta Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam daftar itu ada nama Jhoni Allen, Marzuki Ali, Max Sopachua dan lain-lain. Tak kalah menghebohkan, ada nama Moeldoko di sana.

Benar saja, kudeta yang disayangkan oleh publik itu akhirnya terjadi. Pada Jumat (5/3/2021) Jhoni Allen dkk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat. Walau sempat terjadi baku hantam antara massa pro dan kontra KLB, akhirnya puncak kudeta itu menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB.

Bak harga diri partai yang diinjak hidup-hidup, tak tinggal diam, pada hari yang sama AHY kembali tampil di depan publik melalui konferensi pers yang digelar di depan insan pers.

Dengan tenang AHY berujar, “Kami yakin itu semua akan kami hadapi dan kami lawan. Karena kami punya hak dan kewajiban menjaga kedaulatan Partai Demokrat”.

Tak ada rasa gentar dan perasaan risau yang ditunjukkan di wajah AHY. Justeru yang risau adalah kita sebagai penonton, karena tahu lawan berat AHY sekaligus Ketum versi KLB itu adalah salah seorang yang betul-betul di lingkaran istana dan sangat dekat dengan kepala negara.

Langkah demi langkah ditempuh. Mulai dari menemui MenkumHAM, Ketua KPU hingga Menko Polhukam dilakukan AHY bersama DPP Partai Demokrat. Tak lain, tak bukan, pihaknya ingin mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum, dari tindakan sewenang-wenang, inkonstitusional dan mencederai demokrasi seperti KLB yang dilakukan di Sibolangit beberapa waktu lalu.

Ketegaran dan semangat optimis akan kebenaran selalu berpihak kepada yang benar, sepertinya dipegang teguh oleh AHY, walau badai yang dihadapi tak biasa. Badai yang dikemudi oleh orang yang berada di lingkaran istana.

Saat AHY memperjuangkan keadilan, di saat yang sama pula isu didaftarkannya hasil KLB Partai Demokrat ke Kemenkumham menyeruak. Mereka juga ingin berbadan hukum dan menggeser AHY dari puncak kepemimpinan Demokrat yang sah secara konstitusional.

Pada Senin (15/3/2021), hasil KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara didaftarkan ke Kemenkumham. Berkas pendaftaran hasil KLB diterima langsung oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham, Cahyo R Muzhar.

Menanti verifikasi hasil KLB tak hanya membuat risau mulai dari atas hingga hilir Partai Demokrat. Denyut nadi dan detak jantung publik pun ikut berdetak kecang. Pertimbangan hasil KLB diloloskan hanya satu, Moeldoko merupakan orang yang berada di lingkaran pemerintahan dan penguasa, tak lebih.

Namun tak begitu. Kebenaran akan menunjukkan jalannya sendiri. Perjuangan AHY bersama tim tak sia-sia, Kemenkumham secara sah dan meyakinkan, menolak seluruh hasil KLB Partai Demokrat dan menganggap Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang sah melalui hasil Kongres V pada 15 Maret 2020 lalu.

“Dengan demikian, pemerintah menyatakan, bahwa permohonan pengesahan terkait KLB 5 Maret 2021, ditolak,” ujar Menkumham Yasonna Laoly dalam konferensi persnya, Rabu (31/3/2021).

Mentok sudah upaya Jhoni Allen dkk melalui KLB Partai Demokrat. Kudeta gagal total. Tamat sudah cerita soal impian Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Dari perjalanan panjang upaya menggeser AHY dan menggoyang keutuhan Partai Demokrat, publik dan kita semua banyak belajar. Belajar tentang hidup yang tak selamanya adem ayem saja, pasti ada goncangan dan hantakan sebelum akhirnya kokoh di puncak tertinggi.

Dan pelajaran berharga kali ini adalah tentang sikap tenang dan bijaksana AHY menghadapi goncangan luar biasa itu.

Badai kini telah berlalu, Ada sejarah nantinya bahwa dalam catatan demokrasi Indonesia, ada kudeta sekejam ini. Kudeta yang dihadapi dengan tegar dan bijaksana oleh manusia kuat bernama AHY.

Sikap itu kemudian yang menjadi landasan bagi DPD dan DPC se-Indonesia untuk tidak gentar menghadapi kudeta, semuanya tetap solid dan tunduk di bawah tampuk kepemimpinan AHY.

Tak lupa pula ada peran Teuku Riefky Harsya (TRH) dalam upaya melawan kudeta melalui KLB di Sibolangit ini. TRH mengatur strategi yang terukur untuk mengkonsolidasikan DPD/DPC Partai Demokrat se-Indonesia

Hal lain TRH juga rutin berkomunikasi dengan teman-teman CEO media dan jurnalis. Pendekatan personal yang dilakukan oleh Sekjen Partai Demokrat ini mempengaruhi opini publik yang kemudian lahir dari pemberitaan media massa.

Dengan demikian, TRH memang menjadi tandem yang solid dan ideal bagi Ketum AHY.

Badai telah berlalu, AHY hari ini, Sabtu (24/4/2021) akan terbang ke Aceh, menyapa masyarakat di Tanah Rencong. Masyarakat yang ikut prihatin dan ikut merasakan sedikit banyaknya dinamikan yang menghadapi Partai Demokrat selama ini. AHY akan berkunjung ke Bireuen dan Lhokseumawe menyapa para ulama Aceh dan para kader Demokrat di Aceh.

Sekali lagi, selamat datang AHY di Aceh, selamat datang di Tanah Rencong

Penulis Firdaus, Solong Coffee Lovers, Alumnus FISIP USK

Total
9
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Hadiri Isra’ Mi’raj, AHY Resmikan Masjid Ahyana

Siang Ini AHY Tiba di Aceh, Berikut Agendanya

Next Article

KIP Belum Terima Keputusan Resmi Pilkada Aceh

Related Posts