Menanti Bayi Gajah Sumatera Kembali Lincah

Bayi Gajah Terjebak di Kubungan, Sempat Lumpuh Mulai Bergerak
Kondisi bayi Gajah Sumatera yang tengah dirawat di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Saree. (readers.ID | Adam Zainal)

Langit cerah dan bersih, matahari begitu terik siang itu. Pun bumi amatlah sendu dan teduh. Sesekali angin meniup ke sela-sela pepohonan dari arah Gunung Seulawah Agam, Saree, Lembah Seulawah, Aceh Besar. Rabu (17/2/2020).

Hawa haru dan duka cita menyelimuti seluruh penjuru Pusat Konservasi Gajah (PKG) Saree tengah hari itu. Semua mata teduh memandangi jerit tangis yang dipendam bayi gajah liar di tempat perawatan tersebut.

Beberapa mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dari Universitas Syiah Kuala (USK) sedang menjenguk seekor bayi gajah liar yang beberapa hari lalu terjebak dalam lumpur pedalaman hutan Gampong Panton Bunot, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie pada Jumat (12//2/2021).

Suasana hari itu di Pusat Konservasi Gajah Saree begitu kelabu, para mahasiswa serta orang-orang di PKG Saree dilamun haru penuh duka menyaksikan kondisi terkini bayi gajah liar itu.

Anak Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) itu masih dalam kondisi yang menyedihkan. Ia masih kesakitan, matanya berbinar, sesekali menetes ke lubang luka di sebelah telinganya.

Bayi gajah tersebut mengalami prolapsus pusar (umbilicus) dan genital, serta bola matanya mengalami trauma atau luka. Belum lagi dua kaki kiri depan dan belakang mengalami kelumpuhan, serta kaki kiri depan dislokasi sehingga membuatnya tidak mampu berdiri.

Bayi betina dengan seberat 85 kg itu baru seminggu ini mendapat perawatan pasca dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Kini, bayi gajah yang diperkirakan berusia tiga minggu masih dalam perawat yang serius di Pusat Konservasi Gajah Saree, Lembah Seulawah, Aceh Besar.

“Bayi gajah ini belum memiliki nama. Namun, kami di sini memanggil Nong,” kata drh Rosa Rika Wahyuni ditemui readers.ID di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Saree, Rabu (17/2/2021).

Sejauh ini, kata Rosa, kondisi Nong mulai progresif tapi belum begitu signifikan. Namun, gerakannya sekarang lebih aktif walaupun dalam posisi terbaring, dan telinganya sudah bisa di kepak-kepak. Ketika dibawa ke PKG keadaannya masih lengket.

Selain itu, pelupuk dan bola mata yang tadinya cedera, kini mulai sembuh. “Namun, mata sebelah kiri kita tidak tahu, apakah permanen atau sifatnya sementara,” kata Rosa.

“Nanti kita tahu setelah beberapa waktu karena ini masih recovery. Begitu juga dengan kaki kiri depan dan belakang lumpuh. Intinya tidak bisa digerak,” jelasnya.

Bayi Gajah Sumatera tengah terbaring dalam perawatan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Saree. (readers.ID | Adam Zainal)

Dengan kondisi demikian, ia masih terbaring di tempat perawatan. Paramedis di PKG juga memakai alat bantu serupa ayunan untuk anak Gajah Sumatera tersebut.

Perasaan Rosa kepada bayi gajah itu tampak dalam, seperti rasa cinta kepada anaknya sendiri. Matanya berkaca-kaca, dengus nafasnya tersentak tatkala bayi gajah itu meraung-raung kesakitan.

Perempuan itu tak dapat menyembunyikan rasa sedihnya. Kontak batinnya dengan gajah sudah puluhan tahun terjalin, tidak hanya dengan bayi gajah yang baru ditemukan ini.

“Kabarnya anak gajah ini terjebak selama lima hari di lumpur. Namun, kita belum tahu persis apa penyebabnya,”  ungkap Rosa.

Sebagaimana diketahui, seekor bayi Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) yang sempat terjebak di lumpur akhirnya bisa dievakuasi oleh warga bersama Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan beberapa instansi terkait lainnya, Selasa (8/2/2021).

Total
9
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Pakar Hukum: Persoalan Pilkada Aceh Sudah Jelas dalam UUPA

Next Article
Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Aceh Timur Ditangkap

Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Aceh Timur Ditangkap

Related Posts