Menawannya Wisata Pantai Lampuuk, Aceh Besar 

Author

Waktu Baca 8 Menit

Menawannya Wisata Pantai Lampuuk, Aceh Besar 
Pesona Pantai Lampuuk, Foto: Luthfi Worm

Wisata menjadi pilihan utama keluarga setiap pekannya untuk berliburan. Di Aceh, terdapat ragam banyak wisata yang menyajikan keindahan alam, sungai dan pantai, salah satunya adalah wisata Lampuuk, Lhoknga, Aceh Besar.

Untuk saat ini, pantai Lampuuk menjadi wisata yang populer bahkan pavorit. Hal itu melihat keindahan pasir dan beningnya air laut yang disuguhkan saat siang hari. Aura pesona pantai pun terus menyelimuti dan berwarna kebiruan.

Dengan keindahan pesona pantai satu ini membuat banyak orang mengarah ke Lampuuk. Wajar saja, karena selain dapat menikmati alamnya juga dapat menikmati wahana-wahana yang telah disediakan oleh pihak pelaku wisata.

Saat siang hari, tentu memang tidak dapat untuk melakukan apapun lantaran panasnya cuaca, sehingga kebanyakan wisatawan menikmati panas dibawah balai atau tempat duduk melihat berwarnanya pantai dan laut.

Pantai satu ini memang juga tidak kalah dari pantai Pasir Putih, Lamreh, Aceh Besar yang juga memberikan keindahan pasir, pantai dan air yang bening. Intinya wisata dua ini sama-sama indah dan alami.

Sebelumnya, Pantai Lampuuk berada di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Pantai ini merupakan salah satu primadona wisata alam di Tanah Rencong Aceh karena berhadapan langsung ke Samudera Hindia.

Untuk menjangkau pantai satu ini, diperlukan waktu 20-30 menit dari Kota Banda Aceh. Jaraknya dapat ditempuh sekitar 20 kilometer dari Banda Aceh. 

Walau demikian, keidahan pantai ini akan terbayar oleh lelahnya perjalanan. Karena keindahan pantai yang menawan dan mempesona.

Untuk menuju pantai Lampuuk, ada empat jalur masuk yang bisa dipilih wisatawan. Di antaranya adalah Babah Satu, Babah Dua, Babah Tiga, dan Babah Empat.

Biasanya jalur masuk yang sering dilalui para pengunjung lokal adalah Babah Satu dan Babah Dua. Sedangkan, wisawatan asing yang ingin melakukan kegiatan surfing umumnya masuk dari jalur Babah Tiga.

Pasir putih dan ombak selancar
Menariknya dari pantai Lampuuk ini adalah kelembutan pasirnya. Tidak hanya itu, pasir di tempat wisata satu ini juga memberikan kenayamanan karena pasirnya bersih.

Selain pasirnya yang lembut dan dan bersih, semakin menawan disertai dengan suasana air lautnya yang tampak jernih dan berwarna biru kehijauan.

Kemudian saat sore hari, ombak di wisata satu ini cukup besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk aktivitas berselancar. Tapi dianjurkan ditempat yang memang tidak di dekat tebing.

Tidak hanya itu, untuk ombaknya juga kelihatan cukup besar dan tentunya sangat bersahabat bagi para peselancar. Pantai ini memiliki garis pantai dengan panjang sekitar 5 kilometer dan membentuk sebuah teluk kecil.

Sejauh mata memandang, pengunjung bisa menyaksikan deretan pegunungan yang hijau dan pepohonan pinus yang rimbun.

Kalaupun datang di siang hari, terik tidaklah terlalu menyengat kulit. Suasananya terasa sejuk dan tenang. Wisatawan bisa menikmati keindahan matahari tenggelam pada sore hari di pantai Lampuuk.

Kemudian tempat ini juga cocok bagi liburan atau weekend keluarga. Aman dan nyaman, seiring masih dalam jangkauan dan pengawasan orang tua.

Selain itu, wisatawan dapat menikmati indahnya pantai sembari menikmati makanan yang disajikan dengan beragam varian kuliner seperti ikan bakar dan seafood. Namun untuk minuman yang paling banyak dicari adalah kelapa muda.

Pelancong dapat menikmati panorama pantai Lampuuk yang indah di lesehan di kedai-kedai pinggir pantai yang telah disediakan.  Pelancong juga bisa menikmati beragam makanan ikan bakar atau seafood sebagai hidangan.

Di antara seafood yang bisa dinikmati adalah ikan rambe, ikan kerapu, cumi, udang, dan lainnya. Untuk menghilangkan dahaga, bisa pesan le U atau air kelapa muda yang menyegarkan.

Konservasi penyu

Selain pasir yang lebih dan indah, berselancar dan birunya air laut dan pemandanga, pengunjung juga bisa mengunjungi konservasi satwa penyu yang berlokasi tak jauh dari pantai tersebut.

Untuk menuju lokasi ini, jalur yang ditempuh melalui Babah Dua. Konservasi penyu ini menjadi daya tarik lain bagi para pengunjung lokasi wisata di sini.

Anak-anak sangat tertarik dan antusias melihat konservasi satwa penyu ini. Di sana, pengunjung dapat melihat para anak penyu atau tukik yang diberada di kolam kecil.

Bila dinilai sudah cukup mampu untuk bertahan di alam lepas, selanjutnya mereka akan dilepas ke laut. Area ini menjadi wahana edukasi yang menarik bagi anak-anak tentang pelestarian lingkungan.

Trauma tsunami

Saat bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 silam, pantai serta daerah di kawasan Lampuuk porak poranda dihempas gelombang besar tsunami. 

Bangunan-bangunan tidak lagi dapat dikenali. Hanya satu titik penanda kuat lagi yang dapat dijadikan sebagai acuan arah dan posisi tanah masyarakat maupun lokasi bangunan, yaitu masjid.

Kerusakan yang ditimbulkan tsunami Aceh dulu terbilang parah. Banyak korban jiwa yang merupakan penduduk sekitar pantai ini. Pemukiman penduduk dan tempat penginapan atau hotel di sekitar pantai juga hancur digulung gelombang tsunami.

Adanya trauma tsunami itu sempat membuat mayarakat enggan untuk datang ke pantai Lampuuk. Aktivitas wisata di kawasan ini pun sempat tertutup karena masih banyak puing sisa tsunami dan pohon-pohon pinus yang tumbang.

Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi dan trauma tsunami ini secara perlahan kian pulih. Aktivitas di pantai kembali dilanjutkan dan proses rehabilitas dan rekonstruksi pasca tsunami. Setidaknya setahun setelah peristiwa tsunami, berangsur-angsur wisata di pantai ini kembali hidup dan ramai.

Tak hanya pengunjung lokal, bahkan wisatawan asing juga singgah ke pantai tersebut untuk sekadar berwisata atau berselancar.

Kini, pantai Lampuuk sudah kembali menjadi primadona wisata Aceh. Wisata pantai Lampuuk pulih seperti sedia kala. Kecantikan dan keindahan panorama pantai Lampuuk yang memikat, makin terus mendongkrak popularitasnya.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...